2:56 pm - Rabu November 22, 2017

Berdasarkan Data, Kendaraan di Karawang bertambah 12 Ribu unit Tiap Tahunnya, PR Untuk DLLAJ Karawang !!!

Written by | Juni 3, 2015 | 0
kemacetan lalulintas 3
Single content advertisement top

Berita Karawang, Brantas

Perubahan gaya hid­up sebagian pen­duduk Karawang terhadap meningkatnya kebutuhan kendaraan roda empat atau mo­bil membawa keuntun­gan bagi beberapa Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) yang membuka sayap bisnisnya di Kar­awang.

Sejak tahun 2009, penjualan mobil baru naik pesat. Praktisi otomotif, Ides Purwan­di menilai tingginya permintaan (demand) mobil baru di Karawang karena bergesernya tingkat kebutu­han kendaraan roda empat dari ter­sier menjadi skunder.

“Saat ini mobil bukan merupakan barang mewah lagi, namun sudah menjadi kebutuhan banyak orang. Terlebih di Karawang yang nota­bene daerah industri. Segmentasi market lebih bervarian dan turnover kepemilikan kendaraan roda empat cukup tinggi,” ujar Ides yang juga Sales Executive di dealer Toyota As­trido Karawang ini.

Menurut Ides, wajar apabila Karawang dijadikan target market otomotif. “Anda lihat saja, hampir semua ATPM ternama membuka dealer di Karawang,” imbuhnya.

Seperti dealer Toyota Astrido yang belum genap dua tahun, sudah membangun authorized dealer di Karawang.

Pada awal berdiri, dealer Toyota Astrido Karawang hanya menjual di kisaran 20 unit. Kini dealer yang berlokasi di Jalan Interchange Kar­awang Barat ini sudah menjual di kisaran rata-rata 130 unit per bulan.

Menurut data Samsat Karawang tahun 2014, total penjualan kend­araan roda empat di wilayah Kar­awang sebanyak 11,798 unit, dengan market share 32,53% atau 3.839 unit merk Toyota, 29,84% atau 3.521 unit merk Suzuki, 12,73% atau 1.502 unit merk Daihatsu, 7,89% atau 931 unit merk Mitsubishi, 7,60% atau 897 unit mobil merk Honda, 2,79% atau 330 merk Nissan, 1,68% atau 199 unit merk Isuzu.

Di awal 2015, meski pasar oto­motif dinilai turun pada periode yang sama dari tahun sebelumnya, namun jumlah register kendaraan mobil baru naik.

Pada Januari 2015, register mo­bil baru sebanyak 1.103 unit atau naik 6,98% dibanding Januari 2014 sebanyak 1.026 unit. Pada Febru­ari 2015 sebanyak 1.248 unit, naik 36,70% dari Februari 2014 sebanyak 790 unit.

Total register mobil baru periode Januari 2015 dan Februari 2015 se­banyak 2.351 unit, naik 22,76% dari tahun lalu pada periode yang sama sebanyak 1.816 unit.

Data Kendaraan

(Jumlah Himpitan Angkutan Umum Di Karawang.DLLAJ Karawang)

Penambahan kepemilikan ken- daraan roda empat, di satu sisi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Karawang di sektor pajak kendaraan bermotor. Di sisi lain, volume kendaraan di jalan raya kian padat dan berpoten­si menambah kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.

Pakar Ilmu Kebijakan Pub­lik, Ir. Abdul Latief, MM menilai meningkatnya penjualan otomotif di Karawang adalah potret kemam­puan daya beli masyarakat yang makin tinggi. “Itu gambaran bahwa daya beli masyarakat di Karawang meningkat. Soal timbul kemacetan, adalah tugas Pemerintah Daerah untuk melakukan kajian mengenai penyelenggaraan transportasi baik secara mikro maupun makro,” ujar Latief.

Pemerintah Daerah, lanjut Lat­ief, harus meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana penunjang angkutan umum.

“Bila perlu lakukan kajian dan buka jalur baru trayek angkutan umum, atau perlebar jalan-jalan yang padat arus kendaraan. Harus berani mengambil kebijakan ek­strim,” ujar Latief.

Sumber : Data Polreg Samsat Karawang

Pesatnya laju pertumbuhan ka­wasan perkotaan di kota Kar­awang menjadikan sektor trans­portasi publik menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kabupaten Karawang untuk menata wajah perkotaan.

Perencanaan dan rekayasa trans­portasi publik di Karawang tentunya harus berdasar pada pertimbangan laju pertambahan volume kendaraan yang kian tinggi.

Selain itu, bergesernya trend peng­guna model transportasi publik ke transportasi pribadi harus menjadi dasar perencanaan model transportasi apa yang akan dikembangkan di kota Karawang di masa yang akan datang.

Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabu­paten Karawang, selain menjalankan fungsi teknis operasional di bidang perhubungan, harus pula merancang “roadmap” pengembangan sarana dan prasana angkutan/transportasi publik sebagai bahan bagi pemegang otori­tas anggaran daerah untuk mengalo­kasikan anggaran untuk menyiapkan manajemen transportasi publik yang proporsional.

Selama ini, Dishubkominfo Ka­bupaten Karawang hanya fokus pada pekerjaan teknis operasional di lapan­gan.

Rancangan dan rekayasa angkutan publik hanya berfokus pada program pengendalian dan pengamanan lalu lintas pada kegiatan berupa pengen­dalian gatur dan fungsi pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

Sementara untuk mengembangkan jaringan dan sistem angkutan publik belum terintegrasi dengan kebutuhan riil di lapangan. Artinya, pengemban­gan sarana dan prasarana transportasi publik belum memperhatikan karak­teristik kebutuhan transportasi masa kini.

Semisal soal pengaturan trayek an­gkutan umum yang saat ini masih ban­yak yang berhimpitan (tumpang tin­dih) antar trayek. Angkutan karyawan yang melintasi trayek angkutan umum menyumbang terjadinya kemacetan pada jam-jam sibuk. Mengingat fre­kwensi angkutan umum yang melalui ruas jalan di Kabupaten Karawang cukup tinggi mencapai 140 kendaraan/jam, berbanding terbalik dengan faktor muat rata–rata kendaraan yang kurang dari 50%. Sungguh ironis.

Suatu kota memiliki nilai estetika yang tinggi apabila sistem transpor­tasinya telah mampu memberikan kualitas pelayanan terbaik yang mewu­judkan lalu lintas dan angkutan jalan dengan tertib dan teratur sesuai den­gan asas dan tujuan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan.

Namun, melihat realitas yang ada, pengembangan manajemen transpor­tasi publik di Karawang sepertinya hanya sekedar menguras anggaran dan “nguber setoran” tanpa solusi ma­najerial untuk menata regulasi dan pengembangan transportasi publik yang bertansformasi dengan wajah perkotaan.

(Visited 480 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, BERITA KARAWANG, TARGET OPERASI

No comments yet.

Leave a Reply