8:57 pm - Selasa November 21, 2017

DISHUB : Revilitasi Terminal Depok harus dilakukan Tahun ini

Written by | Juni 9, 2015 | 0
Kondisi terminal depok
Single content advertisement top

BERITA DEPOK, Brantas

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Gandara Budiana berencana membangun atau revilitasi Terminal Terpadu kota Depok yang terletak di jalan Margoda Raya agar segera dilakukan atau di mulai pada tahun ini. Sebab , keberadaan Terminal Depok yang modern dan nyaman sudah sangat dibutuhkan masyarakat.

Gandara menambahkan, nantinya terminal ini akan terintegrasi atau menyatu dengan Stasiun KA Depok, yang membuat mobilitas warga Depok kemanapun makin mudah tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

“Saya berharap pembangunan Terminal Depok segera dilakukan minimal tahun ini lah. Karena dengan begitu, selesainya juga akan lebih cepat dan masyarakat akan merasakan keuuntungannya juga kan lebih cepat lebih baik,”ujarnya, selasa(9/6)

Gandara menyebutkan, sampai saat ini rencana pembangunan Terminal Terpadu Kota Depok masuk dalam proses Amdal guna penerbitan IMB. “Semua proses itu, sedang dijalani pihak pengembang yakni PT Andika Investa selaku investor,”tambahnya.

Seperti diketahui, kontrak kerjasama baru mengenai revilitasi Terminal Terpadu Kota Depok yang diajukan PT Andyka Investa selaku pengembang, pada 2014 lalu, akhirnya disetujui Pemerintah Kota Depok. Kesepakatan atau nota kesepahaman kontrak, ditandatangani oleh Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, serta pihak PT Andyka Investa di Balai Kota Depok, Kamis (7/5) lalu.

Direktur PT Andyka Investa Soemarsono Hadi menjelaskan, dalam kesepakatan dengan sistem bangun guna serah (BGS) itu nilai investasi pembangunan Terminal Terpadu Kota Depok yang ditanamkan pihaknya sebesar Rp 1,3 Triliun. Terminal pula akan terintegrasi dengan Stasiun KA.

“Akan kita integrasikan seperti stasiun KA. Nantinya, akan ada eskalator yang menghubungkan keduanya dengan ruangan besar ber AC,”katanya.

Terminal juga akan dilengkapi dengan pusat bisnis superblok, serta hotel dan apartemen 30 lantai. “Kondisi terminal akan jauh lebih nyaman dan sangat modern. Kira-kira seperti di bandara Singapura,”ujarnya.

Lebih lanjur Soemarsono menjelaskan, dalam 30 tahun semua bangunan akan diserahkan ke Pemkot Depok. Namun sejak awal pengelolaan terminal tetap dibawah Dishub Depok.

“Untuk nilai kontribusi atau fee ke Pemkot Depok sebesar Rp 1,1 Miliar pertahun selama 30 tahun, masa pengelolaan pengembang,”tambahnya.

Hitungan fee atau nilai kontribusi itu berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan (Permenkeu) Nomor 78/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara.

“Setelah 30 tahun semua bangunan dari pusat bisnis sampai hotel dan apartemen akan menjadi milik Pemkot Depok. Sementara sejak awal di bangun, terminal tetap dikelola Dishub Depok,”ujarnya.

Ia meyakinkan selama 30 tahun dalam pengelolaannya kecuali terminal, pihaknya tidak dapat memperjualbelikan bangunan.

”Selain nilai kontribusi, semua pendapatan dari terminal sampai pajak menjadi masukan Pemkot Depok,”bebernya.

 

(Visited 257 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, BERITA, BERITA DEPOK, HUMANIORA, RAGAM

No comments yet.

Leave a Reply