2:55 pm - Rabu November 22, 2017

Kapoles : Tangkap mucikari yang Berada di Karawang

Written by | Agustus 9, 2015 | 0
human traffiking
Single content advertisement top

KARAWANG, BRANTAS

Bisnis lendir dengan berkedok panti pijat kini sudah sangat banyak terjadi di karawang salah satu seperti yang terjadi dengan Ina seorang gadis yang hampir saja terjerumus di dalam lubang hitam dunia prostitusi berkedok panti pijat.

Berawal dari ajakan salah satu pria sebut saja Mas Senen (47) yang bertempat tinggal di Rengas Dengklok. Awalnya Ina berfikir ajakan mas senen benar-benar serius karena mas senen mengajak dirinya bekerja dengan dalih gaji besar dan pinjaman dana serta kerja yang tidak cukup melelahkan.

“Awalnya dia bilang akan ada pinjaman untuk saya awalnya dia nawarin saya mau bekerja di Bali atau di Jakarta, apabila di Jakarta saya akan menerima gaji sebesar 120ribu perjamnya akan dan juga pinjaman dana sebesar 2 juta tetapi kalau mau bekerja di Bali saya di imingi dengan gaji 500ribu perjam dan juga pinjaman dana sampai 40juta tetapi saya memilih di jakarta karena masih lumayan dekat dari Karawang,”ungkapnya. Minggu(9/8).

Setelah deal Ina mengaku dirinya langung di test di rumah salah satu mucikari sebut saja mamih Bleson yang bertempat di Desa Aman sari, Rengan Dengklok. Ina di test dengan berbagai test contohnya test body, tinggi badan, berat badan, dan kemulusan badan.

“Saya di tenlanjangi terus di liatin dengan si mamih dan saya langsung di nyatakan lulus tetapi dari situ saya mulai curiga karena testnya sudah nggak bener,” tambahnya.

 

Setelah dirinya dinyatakan lulus Ina langsung dijemput menggunakan mobil dari rumah si mamih ke tempat pijat plusplus yang berada di daerah jakarta Pusat. Setelah sampai Ina langsung ditawari berbagai fasilitas seperti salon, makan, baju (Gaun transparan), dokter dan mes, setelah itu dirinya bertemu dengan salah satu manager sebut saja “Rofiq”.

“setelah bertemu dengan manager saya di beri kasih tau tentang peraturan-peraturan dan sistem kerja yang berada di panti pijat selepas itu saya langsung di ajarkan cara memijat dan cara melayani tamu tetapi saya harus menggunakan pakaian yang minimalis selepas itu saya dibawa ke sebuah kolam renang air panas yang berada di ruangan belakang panti pijat bersama pasien yang saya pijat tadi,”bebernya.

Di dalam ruangan tersebut Ina mengaku dirinya harus menemani  pasiennya berendam di dalam sauna tersebut tak lama kemudian, saya diajak menuju ke kamar dan saya di rayu untuk ceck in tetapi saya menolak.

trafiking-

“Saya menolak ajakan pasien itu terus saya langsung di panggil manager saat di panggil si manager mengatakan kalau saya harus mau dan harus siap apabila pasien mengajak untuk ceck in tetapi saya tidak mau dan saya pun langsung di antar samapai di rumah,”katanya.

Menanggapi kasus ini Agus Sanusi selaku pemerhati sosial mengatakan seharusnya pemerintah daerah dan penegak hukum membuka mata dengan keadaan dan informasi akan maraknya penjualan orang khususnya penjualan anak di bawah umur dan harus segera di ungkap.

“Kalau tidak segera di ungkap dan di tindak lanjuti, maka martabat perempuan itu akan semakin rusak kita sama sama memiliki anak perempuan.

Agus menambahkan, muspida juga harus mengambil sikap prepentif memerangi penyakit sosial yang sudah menjamur dan berkarat di masyarakat danjuga masalh seperti ini seharusnya kita juga harus memikirkan secara bersama karena ini untuk kepentingan kita bersama. Karena semakin banyak pertumbuhan penduduk maka juga akan semakin berat kerja muspida terutama anak yang masih dibawah umur dari bayangan mucikari alias mami.

“Seharusnya mucikari yang berada di te,mpat karaoke atau dikotik juga di brantas karena pekerjaan itu adalh pekerjaan yang merusak moral anak bangsa dan agama dan juga hukum harus di tegakkan karena hukum sekarang sudah tumpul karena japrem segera selamatkan bangsa ini kalau tidak sekarang kapan lagi kalau bukan kita siapa lagi.”tandasnya.

(Visited 319 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, ZONA MERAH

No comments yet.

Leave a Reply