2:56 pm - Rabu November 22, 2017

Kontrofersi, Kadolog Karawang Alexander Tuding PEMDA Tidak Becus Mensosialisasikan Beras Forti Melalui Dinas Pertanian (PPL)

Written by | Mei 26, 2015 | 0
787,7728,560,1012,88,1017,1378,1379,1436,12429,1200
Single content advertisement top

BERITA KARAWANG,Brantas

Beras raskin Bulog yang diduga bercampur dengan beras plastik yang direstribusikan di Kecamatan Tempuran dan Cilebar baru-baru ini, ternyata salah dan tidak terbukti kebenarannya.

Beras yang diduga bercampur dengan beras plastik tersebut ternyata beras jenis baru yaitu beras FORTI yang baru-baru ini dikembangkan oleh pihak Bulog yang bekerjasama dengan pihak jepang.

Menurut ketua Bulog Karawang Moh Alexander mengatakan, beras yang tadinya diduga beras plastik tersebut setelah di dicek langsung oleh pihak Bulog ternyata adalah beras Forti dan sangat aman di konsumsi.

“Kita langsung turun ke lokasi dan disitu sudah ada Kpolsek dan warga, kita langsung tes dengan cara karung-karung beras tadi kita colok dan kita perlihatkan dengan masyarakat tenyata tidak terbukti kalau beras tadi tercampur dengan beras plastik,”ungkap Alex di Pemda Krawang, selasa(26/5).

Alex menambahkan, beras bulog adalah beras jenis medium dengan kadar serat 95% dan beras bulog yang berada di Kabupaten Karawang adalah stok beras pada masa panen tahun kemarin.

“Beras yang ada di gudang Bulog itu adalah beras yang diperoleh dari hasil panen tahun kemarin, tetapi sangat-sangat aman untuk dikonsumsi. Memang, warna dari beras itu agak sedikit berubah tetapi kandungan gizi dan rasa serta baunya masih sama,”tambahnya.

Lebih lanjut Alex menjelaskan, bahwa dari pihak Desa Panca Karya dan masyarakat sudah menerima dan tidak ada problem lagi terkait dengan beras raskin yang diduga bercampur dengan beras plastik.

“Setelah kita cek dan setelah kita jelaskan semuanya, masyarakat sekitar sangat menerima dan dari pihak desa sendiri sampai membuat surat pernyataan kalau benar di Desa Panca Karya tidak terdapat Beras Bulog yang bercampur dengan beras Plastik, dan beras nyapun kami ganti karena warga meminta untuk diganti dengan yang baru,”bebernya.

Ketika disinggung mengenai sosialisasi beras fortifikasi atau beras Forti Alex mengatakan dalam mensosialisasikan beras forti Bulog bekerja sama dengan BBPOM, BAPENAS, Mentri Pertanian,Dinas Kesehatan dan Pemda melalui Dinas Pertanian.

“Disini kita bekerja sama dengan Pemda melalui Dinas Pertanian yang lalu menugaskan PPL untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Mungkin, ada beberapa penggantian rotasi petugas PPL di desa dan ketika petugas PPL itu dipindah penggantinya ini mungkin tidak meneruskan  dan apalagi ada isu beras plastik tadi ketika petugas PPL yang berkompeten itu sudah nggak ada dan timbulah presepsi beras plastik di masyarakat,”ungkapnya.

Menrut salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, Kabulog Kabupaten karawang secara tidak langsung sudah melecehkan atau penghinaan terhadap kota lumbung padi kabupaten karawang pasalnya untuk menjadi percontohan beras harus mengambil beras impor dari jepang.

“Secara tidak langsung sudah menjatuhkan nama karawang di dunia dan sudah mengibaratkan karawang sebagai kelinci percobaan padahal, antara Kabulog, Dinas pertania(PPL) dan mitra Bulog (rekanan) yang menangani 309 Desa dan Kelurahan yang berasnya tidak layak untuk dimakan,”tuturnya.

Ia menambahkan seharusnya jangan menambah lagi program yang membuat petani tidak menegrti harusnya, program yang ada harus dijalani dan direalisasikan dengan beras sehingga, akibatnya menjadi buming dan bahan pertanyaan publik tidak bisa memisahkan beras plastik dengan beras aseli.

“Kalau sudah tidak besuc menangani masalah beras raskin mending hengkang dari sini. Kalau ngomong sua sembada pangan tapi pertanian di paksakan kepala Dinas Pertanian harus sidak dan di falidasi bagaimana kinerjanya PPL di lapangan sesuai tupoksi apa tidak tidak,”tambahnya.

Terakhir dia mengatakan semua bantuan untuk petani dari pemerintah baik fisik atau meteri dari 100% hanya diserap 35% semuanya “di bangsat” oknum PPL.

“Misalkan pupuk,traktor,bibit, dan kelompok tani semuanya “di bangsat” sama oknum PPL rakyat sudah tau tentang semua kelakuan oknum PPL itu kalo Kepala Dinas tidak bisa menangani dan tidak ada perubahan, bina saja dari OPD Pertanian sebagai Kepala Dinas kalau bisanya Korupsi ganti aja jadi Kepala Dinas Korupsi kalo emang ada,”bebernya.

 

klik berlangganan, untuk mendapatkan berita – berita terbaru kami.

(Visited 194 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, BERITA KARAWANG, SIDIK KASUS

No comments yet.

Leave a Reply