8:58 pm - Selasa November 21, 2017

Lantaran Tutup, Calo PSK Saritem Alih Provesi Jadi Kurir Narkoba

Written by | Juni 9, 2015 | 0
sabu-sabu
Single content advertisement top

BERITA BANDUNG, Brantas

Setelah dilakukan razia besar-besaran di lokalisasi Saritem yang seharusnya sudah ditutup sejak tahun 2007 ini seluruh aktifitas prostitusi di kota kembang itu lumpuh total dan membuat sejumlah warga kehilangan pekerjaannya.

Salah satunya AS(45), tadinya AS bekerja sebagai calo prostitusi di Saritem, setelah Saritem di razia AS tertangkap oleh polisi tapi bukan sebagai calo untuk bisnis lendir yang selama ini dia lakukan tetapi menjadi kurir Narkoba jenis Sabu-sabu.

Menurut pengakuannya AS mengaku nekad menjadi KURIR SABU karena dia bingung selain tidak memiliki keahlian selain menjadi calo PSK, AS juga mengaku bingung karena sekarang dirinya tidak memiliki penghasilan.

Kepada wartawan AS mengaku memperoleh barah haram tersebut dari JN yang telah lama menjadi warga binaan di Lapas Narkotika Banceuy.

“Awalnya saya kenal JN sejak 2012 karena sebelum ditahan JN sering pesan cewek ke saya terus baru-baru ini dia menghubungi saya dan mengajak saya untuk menjadi kurir sabu,”ungkapnya, selasa(9/6).

Dalam menjalankan aksinya AS mengaku mendapatkan imbalan 100 ribu untuk setiap satu gram sabu yang dia antarkan.

“Setiap saya nganterin barang saya di kasih upah 100 ribu untuk satu gram sabu. Kalau untuk caranya, barang saya masukkan ke bungkus rokok. Setelah itu saya temple di tempat yang sudah disepakati sebelumnya,”bebernya.

Sementara itu, Kasatres Narkoba Polrestabes Bandung, Kompol Hermanto mengatakan, penangkapan terhadap AS bermula dari laporan warga. Setelah dilakukan pengembangan, akhirnya anggota melakukan penggerebekan di kamar kos AS. Dari kamar kos ditemukan beberapa barang bukti bungkusan yang berisi sabu-sabu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, AS mendapat barang haram tersebut dari JN yang kini masih mendekam di Lapas Narkotita Banceuy sejak 2014.

“JN ini memang warga binaan di Baceuy. Dia itu narapidana kasus narkotika yang sebelumnya pernah diungkap juga oleh Polrestabes Bandung tahun 2014 lalu,”ungkapnya.

Pihaknya memastikan, saat ini JN yang masih menjalani hukuman telah dilakukan pemeriksaan untuk membongkar lebih jauh jaringannya. Bahkan kini status JN sama seperti AS, yakni tersangka dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu.

Hermanto menegaskan, AS dan JN dijerat pasal 114 ayat 1 jo pasal 132 aya 1 jo pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp10 miliar.

“Kami masih memburu seseorang yang identitasnya sudah kami kantongi, yakni A. Dia dalam kasus ini perannya adalah bandar yang berada di atas JN,”bebernya.

 

(Visited 364 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, BERITA, BERITA BANDUNG, KRIMINAL, LIFE STYLE, UNDER COVER

No comments yet.

Leave a Reply