2:34 am - Senin Juni 25, 2018

MUTASI eselon 3 dan 4“Karbitan”

Written by | Mei 18, 2015 | 0
IMG_1865
Single content advertisement top

KARAWANG,Brantas

Pemda Karawang mengadakan Mutasi bagi pejabat eselon 3 dan eselon 4. Mutasi diadakan di lapangan upacara Plaza Pemda Karawang sekitar pukul 16.00WIB, mutasi kali ini dihadiri 1112 pejabat. Tetapi anehnya dalam mutasi kali ini terkesan serba mendadak karena sebelumnya pemberitahuan tidak menggunakan surat resmi dan hanya melalui sms atau byphone saja.

Ketika ditanya, Sekertaris Daerah (SEKDA) Tedy Rusfendi membantah kalau mutasi kali ini desbut mutasi dadakan. Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah mengikuti teknis seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Menurut saya Pemda sudah mengikuti aturan-aturan dan teknis dalam melakukan mutasi. Kemarin juga sudah ada surat resmi terhadap 1112 pejabat yang hadir hari ini. Barulah setelah itu kita kirim sms gunanya untuk mengingatkan saja,” tutur Tedy, Jumat(8/5).

Lain halnya dengan Sekda, menurut Camat Karawang Timur Eli laili yang juga hadir dalam acara mutasi mengatakan. Dirinya belum menerima surat resmi dari Pemda dia hanya menerima sms saja.

“Saya hanya dapet sms aja, saya juga nggak tau kalau ada surat resmi. Mungkin, sudah sampai ke kantor tapi belum say abaca,”ungkapnya.

Menurut Agus Sanusi selaku penelaah Pemerintahan mengtakan, mutasi kali ini menjadi sebuah sejarah untuk Kabupaten Karawang. Sejarah yang tidak baik dalam kurun waktu beberapa bupati, dari mulai bupati lama sampai saat ini.

“Saya baru tahu ada mutasi tanpa surat undangan kalau memang itu benar. Itu akan membuat image fitnah untuk Pemkab Karawang, ada apa dibalik itu, politiskah. Kalau memang seperti itu, mutasi kali ini berarti itu cacat hukum dan bisa di PTUN kan. Karena melanggar hak asasi dan kemerdekaan seseorang, mutasi sekarang tidak resmi alias “asal jadi”. Bagi PNS yang merasa tidak menerima, seharusnya memberanikan diri untuk mem PTUN kan Baperjakat,”ungkapnya.

Agus menambahkan, menurutnya, Pemerintahan di Kabupaten Karawang sudah amburadul dan tidak jelas arahnya karena sistemnya yang membuat amburadul.

“Makanya pemerintahan di Karawang ini amburadul dan tidak jelas arahnya. Mungkin, karena sistemnya yang membuat amburadul. Seharusnya, segera mengadakan perubahan yang normatif. Mana bisa “god govermen” kalau memang sistemnya sudah salah. Kalau tidak dilakukan segera, apa bedanya pemerintah pusat dan daerah “acak acakan”. Contoh kalau mutasi kali ini asal-asalan ada yang tidak patut jadi camat malah jadi camat,”bebr Agus.

(Visited 191 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, PEMERINTAHAN

No comments yet.

Leave a Reply