11:45 am - Selasa September 19, 2017

Petani Karawang “SEKARAT”

Written by | Juni 5, 2015 | 0
787,1672,0,1699,96,1024,968,993,1072,25337,0
Single content advertisement top

BERITA KARAWANG,Brantas

Kota karawang yang di juluki kota padi ternyata masih memiliki permasalahan di sector pertaniannya mulai dari perestribusian dana anggaran untuk petani dan juga kinerja Petugas Pelaksana Lapangan (PPL) yang di nilai masih buruk.

Hal ini di kemukakan oleh Dasim, satu petani di kelurahan Tanjunpura yang mengaku tidak pernah menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah khususnya Dinas pertanian.

“Ya kalau dari dulu tidak pernah menerima barang seperak pun bantuan dari pemerintah mungkin juga petani-petani lain sama juga nasibnya, saya berani sumpah kalau saya sampek menerima bantuan dari pemerintah saya nggak bisa bediri,”ujarnya mengeluh.

Dasim menambahkan adanya kelompok tani juga dinilai buruk karena menurutnya banyak penyelewengan yang dilakukan ketua kelompok tani dengan PPL.

“Sebenarnya petani disini tau kalau ada bantuan tapi sama ketua kelompok tani mah untuk dirinya sendiri kadang bibit sama bantuan pemerintah itu di buat sawahnya sendiri,”tambahnya.

Dia menjelaskan kalau kelompok tani dan PPL banyak melakukan penyelewengan seperti bibit subsidi yang tidak pernah sampai ke tangan petani dan pupuk yang tidak pernah jelas larinya kemana.

“Nih dek petani disini tau kalau ketua tani dan PPL itu kong kalikong coba aja diliat di rumahnya (ketua tani) pasti banyak bibit subsidi tapi nggak ada yang nyampek ke tangan petani disini, belum lagi bantuan lain kemarin malah ada PPL yang pakai bantuan traktor dari pemerintah buat nggarap tanahnya sendiri,”ucapnya.

Sementara itu, ketua BP4K Nahrowi menjelaskan kalau dalam penyuluhan maslah pertanian memang belum maksimal karena menurutnya tenaga PPL masih sangat kurang dan tidak sebanding dengan luas lahan serta desa yang ada di karawang.

“Belum bisa tercofer semua karena tenaga PPL haya 203 orang sedangkan jumlah desa di karawang itu ada 300 lebih dengan luas lahan sekitar 9.700 hektar,”ungkapnya.

Ketika di Tanya mengenai dugaan penyelewengan yang dilakukan PPL dia menganggap bukan sebuah penyelewengan. “Kalau misalkan ada PPL yang menggunakan traktor yang diberikan pemerintah, saya rasa itu masih wajar karena dia juga membayar, tapi kalau sampai dijual itu sudah benar sebuah penyelewengan dan kalau memang terbukti sampai ada penyelewengan oleh PPL pasti juga akan kita mintai pertanggung jawabannya,’tambahnya.

(Visited 177 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, BERITA KARAWANG, RESENSI, RESOLUSI

No comments yet.

Leave a Reply