7:51 pm - Selasa Agustus 21, 2018

Siap-siap….!!! Karawang Akan “KIAMAT” Segera…!!! Lakukan Pembenahan Tata Kota

Written by | Juni 3, 2015 | 0
kemacetan lalulintas 1
Single content advertisement top

Berita KARAWANG,Brantas

Kemacetan sudah menjadi fenomena lumrah di kota Kar­awang. Hampir setiap hari, ter­utama jam-jam sibuk, jalan protokol di kota Karawang dipadati arus kend­araan baik roda dua maupun roda em­pat.

Titik-titik kemacetan diantaranya di ruas jalan Syech Quro Lamaran arah Johar, Jalan Surotokunto arah lam­pu merah Johar, Jalan Tuparev depan Mall Ramayana dan Mall Matahari, Pintu perlintasan KA Jalan Tuparev, Bundaran alun-alun Karawang, Jalan Kertabumi,Lingkaran “Tugu Padi”, Jalan Ahmad Yadi depan RMK, jalan Ahmad Yani fly over Karawang, dan Pertigaan gerbang perumahan Bumi Telukjambe Karawang Barat, kawasan Terminal Klari, jalan pasar Kosambi, jalan Purwasari Tamelang, kawasan fly over simpang Jomin, dan jalan Juanda Sukaseuri Kotabaru.

Kemacetan kendaraan tersebut se­lain dipadati angkutan umum dan ang­kutan karyawan, juga kendaraan prib­adi roda dua dan roda empat. Fenomena kemacetan di kota Kar­awang salah satunya disebabkan pesat­nya angka pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor pribadi baik roda dua maupun roda empat yang kian hari kian menjamur. Meningkatnya penggunaan kend­araan pribadi ini tumbuh seiring per­tumbuhan angka penjualan kendaraan bermotor dari waktu ke waktu yang berdampak menurunnya jumlah peng­guna angkutan umum.

kemacetan lalulintas 2

(Kalau Tidak ada pembenahan Karawang akan seperti ini.Doc)

Sebagian kalangan mendesak pe­merintah untuk membatasi produksi otomotif dalam negeri dan kepemi­likan kendaraan bermotor agar mas­alah kemacetan bisa diatasi. Namun, bila melihat sistem pasar di Indonesia, pengurangan kendaraan bermotor sangat mustahil dilakukan. Penyebab utama kemacetan bukan hanya disebabkan penjualan mobil dan motor yang tidak bisa direm, na­mun pertumbuhan jalan pun menjadi penyebab masalah utama.

Setelah diberlakukannya Mas­yarakat Ekonomi Asean (MEA) pada dekade lalu, sistem pasar di Indonesia menjadi terbuka hingga penjualan pro­duk otomotif lokal tidak bisa dihenti­kan.

“Dengan alasan itu, produksi oto­motif lokal tidak bisa dihentikan. Sebab bila dihentikan penjualan mobil dan motor di Indonesia akan diramaikan oleh pasar luar negeri,” ujar Menteri Perindustrian, Saleh Husin.

Pakar ilmu kebijakan publik, Ir. Ab­dul Latief, MM mengatakan kebijakan mengurangi produksi otomotif adalah bentuk ketidakberdayaan pemerintah mengatasi kemacetan. Pemerintah, menurut Latief, ha­rus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana transportasi yang baik.

“Rasio pembangunan infrastruktur harus berbanding lurus dengan laju pertumbuhan kendaraan dan pertum­buhan penduduk,” kata Latief yang juga Ketua Yayasan STIE Budi Pertiwi Kar­awang.

Menurut Latief, pemerintah harus melakukan kajian komprehenshif un­tuk menyiapkan model transportasi massal yang nyaman dan melakukan peremajaan modal transportasi umum, adanya konektifitas angkutan dari tem­pat tinggal, area parkir dan transit ang­kutan massal yang memadai.

“Jadi, angkutan umum tidak asal mangkal di sembarang tempat karena tidak adanya regulasi yang jelas dan infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Latief, pemer­intah harus membuat regulasi yang jelas mengenai model transportasi perkotaan.

“Ini (masalah transportasi-red) jan­gan dianggap sepele. Harus ada per­hatian serius untuk menata regulasi transportasi yang ideal, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Bila tidak, Karawang akan jadi kota. “…sebab bila dihentikan penjualan mobil dan motor di Indonesia akan diramaikan oleh pasar luar negeri.”

(Visited 394 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERANDA, BERITA KARAWANG, TARGET OPERASI

No comments yet.

Leave a Reply