11:46 am - Selasa September 19, 2017

Kapolres Karawang : Hampir Semua Kecamatan Disusupi Bandar Narkoba

Written by | Agustus 24, 2016 | 0
Kapolres Karawang
Single content advertisement top

Kapolres Karawang – Satuan Narkoba Polres Karawang berhasil menyiduk sebelas pelaku pengedar dan pengguna narkoba jenis sabu-sabu, ganja dan obat-obatan terlarang. Kesebelas tersangka tersebut terdiri atas tujuh pengedar sabu-sabu, 3 pemilik sabu-sabu, satu pengedar obat-obatan terlarang dan satu pemilik ganja.

Tersangka pengedar sabu-sabu terdata bernama Yatna Supriatna alias Kubil, Deni alias Boy, Bekar alias Mat Sehri, Soleh alias Sobleng, Sumiati alias Yati.

Sementara tersangka pemilik sabu-sabu diketahui bernama Ferkin Sualeman, Baron alias Keling, dan Nopiyadi alias Boneng, kemudian pemilik ganja diketahui bernama Ilham Wijayanto, serta pengedar obat-obatan terlarang diketahui bernama Ujang Juhari.

kapolres karawang

Kapolres karawang, AKBP Andi Herindra mengatakan, Dari tangan para tersangka, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 50,5 gram sabu-sabu, 2,530 kilogram ganja kering, 240 butir pil eximer.

“Para tersangka ditangkap dari enam lokasi yang berbeda-beda yakni Cikampek, Klari, Karawang kota, Telukjambe Timur, Majalaya dan Lemahabang Wadas,”ungkapnya, selasa (23/8).

Lebih lanjut Kapolres Karawang menjelaskan, para tersangka yang diamankan kali ini merupakan hasil dari oprasi yang digelar sejak 12 juli sampai 18 Agustus 2016. Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka merupakan pengedar narkoba di daerahnya msing-masing.

“Pemeeriksaan tidak berhenti sampai di sini daja. Kasus ini, akan terus dikembangkan hingga semua yang terlibat dapat diamankan,”tambahnya.

Kapolres Karawang juga menyebutkan, kalau konsumen narkoba di Kabupaten Karawang cukup banyak, dan juga cukup membahayakan karena penyalahgunaan narkoba merusak komponen bangsa.

“Sebagai daerah penyangga ibu kota, Kabupaten Karawang cukup rawan dalam hal peredaran narkoba. Saat ini, hampir semua Kecamatan sudah disusupi para bandar narkoba,”jelas Andi.

Para tersangka terancam dijerat pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, atau denda paling sedikit 10 miliar. (raka)

(Visited 154 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: HUKUM

No comments yet.

Leave a Reply