2:57 pm - Rabu November 22, 2017

Cerita Miris PSK Asal Indramayu, Melacurkan Diri Demi Membesarkan Buah Hati.

Written by | Juni 13, 2015 | 0
pelacur
Single content advertisement top

BERITA JAKARTA,Brantas

Rencana pemprov DKI Jakarta menggusur tem­pat-tempat prostitusi liar di wilayah DKI disambut dingin oleh Sari (36, nama samaran), salah satu pekerja seks komer­sial (PSK) di lokalisasi Kalijodo Jakarta.

Ditemui di kawasan lokalisa­si Kalijodo yang terletak di jalur kanal banjir barat kecamatan Tambora Jakarta, Sari duduk memisahkan diri dari rekan-rekan seprofesinya.

Duduk bersilang kaki dengan balutan busana kaos merah ber­corak bunga-bunga dan celana pendek ‘hot pan” warna putih”.

Wajah suntuknya terlihat di raut wajahnya yang berbedak sedik­it menor. Bibir berlipstik merah menyala membekas di sebatang rokok putih yang dihisapnya.

Sedikit kecewa saat tim Brantas sedari tadi mengajak ngobrol. “Mau ngamar gak sih, mas” ujarnya ketus pada tim Brantas.

Namun kegusaran wanita ber­rambut ikal panjang itu luntur saat tim Brantas memberinya voucher pulsa untuk ponselnya. Senyumnya mengembang.

“Baru kali ini ada tamu ngajak ngobrol doang ngasih pulsa,” ujarn­ya dengan senyum lebar.

Selidik punya selidik, Sari ternyata berasal dari Indramayu. Sudah dua tahun Sari mangkal di kawasan Kalijodo menyusul temannya yang sudah lama mang­kal di sana.

Pengalamannya digaruk petugas sudah biasa bagi Sari. Dua kali ter­kena rajia aparat dan ngendon di Dinsos Kedoya, tiga kali lolos dari kejaran Satpol PP dan diselamat­kan sopir bajaj berpura-pura se­bagai wanita biasa.

Dari penuturannya, sudah tiga belas tahun menekuni profesi wanita pramu syahwat. Beberapa kawasan prostitusi pernah disam­banginya, diantaranya CI (Cilegeng Haurgeulis Indramayu, prostitusi Tanjunguncang Batam, Prostitusi Dadap Giri Tangerang, dan terakh­ir di Kawasan Kalijodo.

Entah sampai kapan profesi janda yang pernah menikah empat kali itu mengakhiri kehidupan kelabunya. Terlebih saat ini razia pekerja seks komersial di ibu kota sedang gencar. Sari ber harap masih ada ruang bagi dirinya menjual tubuhnya, demi membesarkan dua putrinya di kampung halaman.

 

 

(Visited 4.122 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA JAKARTA, UNDER COVER

No comments yet.

Leave a Reply