3:59 pm - Jumat Desember 15, 2017

Meledaknya nya film Pengabdi Setan di semua Kalangan

Written by | Oktober 25, 2017 | 0
Pengabdi Setan
Single content advertisement top

Pengabdi Setan-Pasti kita sudah tak asing untung mendengar film-film horor di Indonesia. Salah satunya film horor di sutradarai oleh Joko Anwar dan dibintangi oleh Tara Basro ini menuai sebagai film horor yang terkenal pada masanya. Film ini di tayangkan pada 28 September 2017 yang pada satu bulan film ini mencapai hampir 1juta penonton se-Indonesia.

Menurut Joko sutradara film ini mengatakan bahwa, film Pengabdi Setan yang dirilis pada 1980 lalu itu didaur ulang agar penonton masa kini dapat merasakan sensasi yang pernah ia alami. Bukan sekadar menakut-nakuti, Joko ingin mencipta rasa tegang yang bisa membuat adrenalin penonton mengalir deras seperti ketika naik rollercoaster.

“Jadi penginnya tuh di bioskop kayak naik rollercoaster. Serem, tapi kan asyik. Bukan serem yang depresi gitu yang pulang-pulang langsung stres, enggak. Jadi betul-betul kenikmatan menonton cinematic experience,” ujar Joko.

Pengabdi Setan

Ekspektasi tinggi itu berhasil dipenuhi oleh Joko. Ia sukses menggarap Pengabdi Setan menjadi kisah yang tak berhenti meneror penonton selama 107 menit. Meski sesekali dibumbui dengan drama keluarga nan manis dan jenaka, unsur mengagetkan (jumpscare) dari film ini tetap membuat bulu kuduk berdiri.

Atmosfer horor Pengabdi Setan versi baru didukung oleh sinematografi dan penataan suara yang ciamik. Latar waktu ’80an yang diambil pun tergambar apik lewat bentuk detail rumah dan properti lain, seperti alat makan, kendaraan dan busana para pemainnya.

Joko pun berhasil mengeksplorasi dan memperkaya karakter yang muncul dalam film ini. Hasilnya, tak hanya konflik dan alur cerita yang masuk akal, tapi juga drama tentang eratnya hubungan keluarga lebih terasa.

Salah satu kekuatan dari Pengabdi Setan versi 2017 adalah riasan para hantunya, terutama sang ibu. Mulai dari ibu yang masih menjadi penyanyi, menjadi pesakitan hingga akhirnya menjadi hantu, riasannya sangat mengerikan. Padahal, seluruh hantu yang muncul tidak menggunakan efek CGI (computer-generated imagery), hanya mengandalkan riasan, kostum, dan kemampuan akting para pemain.

Kekurangan film ini mungkin hanya terlihat dari beberapa pengucapan yang terdengar kaku. Untuk menyesuaikan dengan latar waktu, para pemain yang mayoritas anak muda masa kini ini harus menggunakan gaya bahasa ‘80an.

Pada akhirnya film karya sutradara Joko Anwar yang menjadi nomine untuk 13 kategori.Malam puncak penghargaan FFI tahun ini akan dihelat di Manado pada 11 November 2017.(NAD)

(Visited 38 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: LIFE STYLE

No comments yet.

Leave a Reply