2:57 pm - Rabu November 22, 2017

Birokrasi Kotor

Written by | Juni 14, 2015 | 0
birokrasi
Single content advertisement top

BERITA KARAWANG,Brantas

Elite politik dan pejabat publik yang memiliki kekuasaan biasanya cenderung koruptif. Bukan saja pejabat dan elite politik yang memiliki po­sisi strategis dan pejabat yang mempunyai kedudu­kan sebagai kepala atau pimpinan tertinggi dalam sistem birokrasi di pemer­intahan pusat dan daerah. Melainkan juga, elite poli­tik yang duduk dalam lem­baga negara.

Birokrasi dalam sistem pemerintahan di Indone­sia merupakan lahan sub­ur atau lahan basah untuk melakukan praktik korup­si, nepotisme, dan kolusi. Birokrasi menjadi sangat koruptif bila dilakukan oleh orang yang mempunyai peran dan kekuasaan strategis untuk mengeruk ang­garan publik.

Birokrasi merupakan alat penguasa pusat dan daerah untuk menjalankan kekuasaannya. Di tingkat puncuk pimpinan terdapat dukungan kekuasaan, se­dangkan di bawah harus loyal pada atasan. Diperkuat dengan otoritas sehingga terbentuk sistem korupsi berjamaah dan terstruktur.

Setiap kekuasaan sentral selalu dibarengi dengan usaha memperkuat struktur feodalistis. Orientasi kepada atasan makin kuat dan selalu dibarengi ket­ergantungan sepenuhnya. Ke atas menyembah ke bawah menyepak sehingga menghasilkan loyalitas tanpa reserve.

Dalam sejarahnya feodalisme, birokrasi di Indo­nesia saat ini menerapkan sistem upeti, pungutan liar dan pembayaran uang lain-lain. Pola dan tindakan itulah yang menimbulkan perilaku untuk melaku­kan korupsi, dengan segala macam kebijakan yang dibentuk untuk mengeruk uang rakyat, dan bahkan memangkas uang rakyat.

Korupsi adalah perbuatan yang jelas pada titik na­dir akan merugikan seluruh rakyat Indonesia. Bang­sa Indonesia harus menerapkan hukuman yang lebih keras lagi pada orang-orang yang melakukan korup­si. Hal ini harus dicontohkan agar orang takut untuk melakukan perbuatan korupsi.

(Visited 441 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG, OPINI

No comments yet.

Leave a Reply