11:56 pm - Senin Januari 22, 2018

Inidia Penjalasan Fidusia dan “Kenakalan” Perusahaan Leasing

Written by | Maret 25, 2016 | 0
debcolector, dc, fidusia, leasing, finance
Single content advertisement top

Apakah and sedang dalam asa kredit???

Apakah anda sedang masa sulit sehingga belum mampu membayar angsuran???

Atau pas ada kejadian di kehidupan anda sehingga anda bayar gagal bayar kredit??? (entah ortu, sanak, keluarga sakit, atau yang lain?)

Jika demikian, perlu kita ketahui bersama beberapa fakta berikut ini :

Bank indonesia dalam surat edaran BI No.15/40/DKMP tanggal 23 september 2013 mengatur bahwa syarat uang muka / down payment (DP) kendaraan bermotor melalui bank minimal 25 persen untuk kendaraan roda dua dan 30 persen untuk kendaraan roda tiga atau lebih tujuan nonproduksi. Serta 20 persen untuk kendaraan roda 3 untuk keperluan produktif.

Kementrian keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Mentri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran fidusiabagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal  7 oktober 2012. Nah, ini yang penting, yaitu tentang fidusia…

Menurut Undang-undang Nomor 42 Tahun 199, fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor. Kita sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut.

Jadi “sebenarnya”, setiap pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia ini. Tapi apa yang terjadi? Kita hampir tidak pernah mendengan kata “fidusia” ini, dan konsumen sangat asing sekali dengan kata ini. Jadi alur yang sebenarnya ialah nasabah+pihak leasing+notaris membuat fidusia sebagaimana pengertian diatas sebelum kendaraan ditangan konsumen.

Apa maksudnya??? Jadi perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar karena dengan perjanjian fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan ! artinya, kasus anda akan disidangkan, dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan anda. Dengan demikian, kendaraan anda akan dilelang oleh pengadilan, dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lealng tersebut akan digunakan untuk membayar hutang kredit anda ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada anda.

Nah, kenapa pihak leasing tidak membuat perjanjian fidusia?? Padahal itu kewajiban mereka??? Terus terang saya Cuma bisa berasumsi ini akan merugikan pihak leasing!! Jika leasing tidak segera menarik kendaraan konsumen (PADAHALA DILARANG) maka semakin banyak tunggakan, uang yang sudah dikeluarkan nasabah untuk mencicil !!…..jadi pohak leasing bisa untung dobel, ya dari kendaraan seken yang dijual plus pembayaran cicilan konsumen. Kejam??? Ya tentu kejam!! Tapu itulah yang terjadi….semoha para pegawai dan owner leasing sadar itu!!! Oh iya, jangan salah arti dulu, dengan adanya artikel ini bukan berarti nasabah bebas bayar cicilan, tapi tetap diselesaikan secara hukum di pengadilan!!

Jadi apa saran biker soak??? Jika kendaraan akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusia (saya yakin mereka nggak punya) dan sebelum ada itu jangan boleh membawa surat kendaraan anda!! Karena apa??? Jika mereka membawa sepucuk surat fidusia (yang ternyata palsu) silahkan anda bawa ke hukum, pihak leasing akan didenda miniman 1,5Miliar !!! jika ada pemaksaan pengambilan kendaraan??? Mari kita lihat cuplikan dari pihak kepolisian berikut ini :

Tindakan leasing melalui debt colectoe/MATA ELANG yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindakan pidana pencurian. Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindakan pidana perampasan.

SO bagaimana menghadapi debt colector/tukang tagihnya???

Jika para penagih utang berusaha merampas barang cicilan anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah kejahan. Mereka bisa dijerat pasal 368, pasal 365 KUHP Ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335.

Dalam KUHP dijelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi, apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri. Ingatkan kepada mereka, kendaraan cicilan anda misalnya, adalah milik anda, sesuai dengan STNK dan BPKB.

Kasus ini adalah kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata dan bukan lewat penagihan hutang. Itu sebabnya, polisi pun dilarang ikut campur dalam kasus perdata. Kasus ini menjadi kasus pidana kalau para penagih hutang merampas barang cicilan anda, meneror, atau menganiaya anda. Untuk menjerat anda ke arah pidana, umumnya perusahaan leasing, bank, atau koperasi akan melaporkan anda dengan tuduhan penggelapan.

Jika para penagih utang merampas barang anda, segera ke kantor ppolisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi anda. Tindakan para penagih utang ini bisa dijerat pasal 363 dan pasal 365 KUHP Ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335.

Jangan titipkan mobil atau barang jaminan lain kepada polisi. Tolak dengan santun tawaran polisi. Pertahankan mobil atau barang jaminan tetap di tangan anda sampai andamelunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.berkonsultasi hukumlah kepada lembaga perlindungan konsumen, komnas perlindungan konsumen dan pelaku usaha, atau Badan Penyelesaian Sengketa konsumen.

Pertauran Mentri Keuangan (PMK) No.130/PMK 010/2012 tentang pendaftaran fidusia yang mewajibkan leasing mendaftarakan jaminan fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian kredit ditandatangani. Leasing yang tidak mendaftarkan jaminan tersebut terancam dibekukan usahanya. Tanyakan fidusia ini kepada leasing dan pastikan bahwa jaminan telah didaftarkan. Menurut peraturan Kapolri no 8 tahun 2011, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah kepolisian.

Jadi, dengan artikel ini…semoga anda sudah jelas akan hak-hak anda sebagai konsumen, jangan meau di plokotho pihak lain…. (RED)

 

(Visited 1.746 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: OPINI

No comments yet.

Leave a Reply