4:00 pm - Jumat Desember 15, 2017

Abrasi Sungai Cipamingkis, Ketum GEMPAL : Mungkin Harus Ada Korban Jiwa Baru Para Penguasa itu Bertindak.

Written by | November 15, 2017 | 0
Abrasi Sungai Cipamingkis
Single content advertisement top

Abrasi yang sering terjadi disepanjang aliran sungai Cipamingkis Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi kondisinya semakin mencemaskan. salah satunya yang terjadi Rt.03/01 dusun Sirnajati Kec, Cibarusah Kab,Bekasi. Akibat dari abrasi yang terjadi beberapa rumah warga mengalami kerusakan tak hanya itu, pondasi penyangga jembatan juga mengalami keretakan parah.

Akibat abrasi ini tercatat ada sekitar lima rumah yang mengalami kerusakan parah bahkan ada yang sampai hampir roboh total. Padahal kelima rumah tersebut merupakan rumah yang telah terdata mendapatkan program Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU).

Menanggapi permasalahan tersebut, Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan (GEMPAL) Ribah Setiawan ketika diwawancarai mengatakan, pihaknya selaku pemerhati lingkungan telah lama memantau dan berulang kali melaporkan kondisi jembatan dan derita warga yg terkena abrasi kepada berbagai pihak.

Abrasi Sungai Cipamingkis

“Kita sudah berikan informasi kepada berbagai pihak. Baik pihak pemerintah Desa, Kecamatan, Polsek bahkan hingga ke Komisi 3 dan Bupati namun sampai saat ini belum ada tanggapan,” Kata Ribah.

Lebih lanjut Ribah menjelaskan, apakah harus ada korban jiwa terlebih dahulu agar pemerintah dan pihak-pihak lain dapat memantau dan memberika respon terkait permasalahan ini.

“Mungkin harus ada korban jiwa dulu atau jembatan benar-benar putus, baru para pihak pengambil keputusan dan kebijakan itu bertindak,” Keluh Ribah.

Dilain tempat, Kades Sirnajati H.Ridwan atau lebih dikenal dengan sebutan Lurah Samid menyatakan kalau dirinya sudah menawarkan agar para warga yang bertempa tinggal di dekat sungai agar mau dipindahkan ke wilayah yang lebih nyaman.

“Kita sudah menawarkan ke warga agar mau dipindahkan ke daerah Cisarua tapi warganya ga pada mau di pindahin, bukan kami ga perduli,”Paparnya.

Menyanggah ucapan Lurah, Anis (57) salah satu warga yang terkena dampak abrasi menjelaskan, bahwa bukan karena tidak mau dirinya dipindahkan. Namun menurutnya apabila dirinya mau dipindahkan malah akan menambah sulit kebutuhannya.

“Kita bukan gak mau, tapi di pindah ke Cisarua sama aja dengan nambahin kesusahan kami, bukan nolongin. Kami bukan orang kaya, kalo dari sini ongkos sekolah murah ga perlu ngojek kayak di cisarua, lagian ini tanah waris, tanah boleh beli bapak kami bukan tanah negara dan saya udah dari lahir disini,” sanggahnya.(03)

(Visited 37 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA BEKASI

No comments yet.

Leave a Reply