3:08 pm - Minggu Oktober 19, 7614

WNA China Exsodus Ke Indonesia Lolos Sensor “Didepak” Imigrasi

Written by | Januari 3, 2017 | 0
WNA Cina
Single content advertisement top

WNA China – Isu serbuan tenaga kerja asing asal Cina menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu terakhir. walaupun pemerintah sendiri telah membantah isu hoax yang menyebutkan ribuan tenaga kerja asal Cina masuk ke dalam negri.

Pemerintah juga menilai isu tersebut merupakan salah satu motif politik tertentu. meskipun demikian, beberapa insiden kasus berikut ini menunjukkan pelanggaran WNA Cina yang dalam beberapa bulan terakhir.

WNA CinaWNA Cina Tanam Benih Cabai Berbakteri

Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta memusnahkan sedikitnya dua kilogram benih cabai berbakteri, 5000 batang tanaman cabai, satu kilogaram benih bawang daun dan sawi hujau yang dibawa dan ditanam oleh WNA Cina di tangerang.

Menurut Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Antarjo Dikin mengatakan, kali ini pihak imigrasi kecolongan atas kegiatan berbahaya tersebut. Ditambah lagi bibit cabai dan beberapa tumbuhan lainnya tersebut menganduk bakteri yang belum pernah ada di Indonesia.

“Kalau saya bilang kali ini imigrasi kecolongan. seharusnya kalau sudah lewat masanya kok belum baik juga ya harusnya di cari dong,” ungkap Antarjo.

WNA tersebut diketahui melakukan aksi tanam secara ilegal, ditambah lagi tersangka datang ke Indonesia menggunakan paspor wisata.

Berdasarkan hasil laboraturium yang diterbitkan oleh Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian Pada 24 November lalu membuktikan, benih cabai yang ditanam tersebut positif terinfeksi bakteri erwinia chrysanteni, yaitu organisme pengganggu tanaman karantina (OPTK) A1 golongan 1.

Kantor Imigrasi Malah “Mengusir” 143 WNA Cina Karena Tak Membawa Paspor

Kantor Imigrasi kelas 1 Malang, baru-baru ini “mengusir” 143 warga WNA Cina yang sedang berwisata di kota Malang. WNA yang diusir tersebut terdiri dari 139 pria dan 4 wanita. pengusiran tersebut dilakukan karena selama berada di Malang mereka bepergian tanpa membawa paspor alias ilegal.

Menurut Keterangan Kepala Kantor Imigrasi Malang, Novianto Sulastono mengatakan, peristiwa pengusiran tersebut terjadi pada pertengahan bulan Desember lalu. Keberadaan ratusan WNA Cina tersebut diketahui dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pengawas Orang Asing (PORA).

“Setelah diinvestigasi lebih jauh, kehadiran mereka ternyata untuk bekerja di Surabaya dan Gresik, namun menunggu terbit IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing) dari Disnaker,” jelas Novianto.

Sembari menunggu turunnya IMTA, mereka berekreasi di Kota Malang dan sekitarnya. Selama menunggu IMTA, ratusan WN Cina itu menggunakan visa kunjungan dan belum diperbolehkan bekerja. Rencananya, mereka akan berada di Malang hingga Rabu (21/12). Akan tetapi karena keberadaan mereka terdeteksi oleh Tim PORA, maka mereka diminta kembali ke Surabaya pada Ahad (17/12).

Petugas Amankan 76 PSK Asal Cina

Direktorat Jenderal Imigrasi mengamankan 76 wanita WNA Cina dari beberapa tempat hiburan malam pada Sabtu (31/12) malam. Ke-76 WNA Cina ini diamankan dalam rangka penertiban malam tahun baru 2017.

Dirjen Penindakan dan Pengawasan Keimigrasian, Yurod Saleh mengatakan, operasi pengawasan orang asing tersebut digelar selama dua malam. Mereka merazia tempat-tempat hiburan yang diduga memfasilitasi kegiatan orang asing yang dilakukan secara ilegal.

“Operasi dua malam menjelang tahun baru itu berhasil mengamankan 76 perempuan RRC usia sekitar 18-50 tahun,” ujarnya.

Yurod menambahkan, 76 WNA Cina ini modusnya bekerja sebagai terapis pijat. Namun terbongkar dengan ditemukannya barang bukti seperti pakaian dalam, alat kontrasepsi seperti kondom dan alat pelumas, serta bukti pembayaran.

“Mereka ini pekerja seks komersial dengan tarif mulai dari Rp 2,8 juta sampai dengan Rp 5 juta,” katanya.(03)

(Visited 136 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA JAKARTA

No comments yet.

Leave a Reply