4:25 pm - Kamis Februari 22, 2018

Diduga Akan Dibuang ke Cibeet, Polisi Amankan 78 Ton Karung Limbah Berbahaya

Written by | Januari 21, 2018 | 0
78 ton limbah b3
Single content advertisement top

78 Ton Karung Limbah Berbahaya-Kepolisian Resor Karawang melakukan olah TKP pembuangan limbah diduga terkontaminasi B3 atau limbah beracun yang berlokasi di dekat sungai Cibeet Desa Tamansari, Karawang Jawa Barat. penemuan limbah itu sendiri berawal dari penangkapan lima truk Fuso yang ditangkap Polres Karawang, selasa(16/1).

Dalam keterangannya Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradonna Armin Mapasseng S.I.K menjelaskan, limbah ini awalnya dibawa dari Palembang diangkut menggunakan lima truck fuso menggunakan kapal Tongkang yang kemudian menyebrang melalui pelabuhan Bakahuli dan tiba di pelabuhan merak.

78 ton limbah b3

“Sesampainya di pelabuhan merak rencananya akan dibawa ke Cikarang namun ternyata tidak jadi karena alasan gudang yang berlokasi di Cikarang penuh, dan kemudian pemilik melakukan proses daur ulang di Karawang kemudian kita temukan ada lima truck masing-masing muatannya sekitar 17 ton dan total keseluruhan ada 78 ton,” ucap Maradonna, Minggu (21/1).

Lebih lanjut Maradonna menjelaskan, limbah-limbah ini nantinya akan diuji laboratorium oleh tim Puslabor Bareskrim Polri.

“Saat ini kita masih mengumpulkan barang bukti dan pengujian terhadap barang yang nantinya akan menjadi sampel, kita temukan beberapa barang contohnya ada bongkahan caustic soda ini sangat berbahaya karena sangat panas dan tadi sudah di uji bongkahan caustic soda ini pH 14,” jelas Kasat Reskrim.

Sementara itu dari olah TKP tim Puslabfor berhasil mengumpulkan sejumlah Poly Aluminium Cloride atau Caustic Soda, sejumlah air hujan yang telah terkontaminasi, dan beberapa genggam tanag di area pembuangan. kemudian tim Puslabor juga melakukan pengukuran PH benda-benda tersebut dengan menggunakan kertas lakmus.

Selanjutnya Maradonna juga menjelaskan, dalam tumpukan karung ditemukan bahan kimia caustic soda dan Poly Aluminium Chlolid (PAC) yang dikategorikan dengan dugaan limbah B3.

“Dugaan sementara karung ini akan dicuci nantinya di Sungai Cibeet. Dan kemudian dijual kembali. Padahal karung kimia ini harus dimusnahkan. Tidak boleh diolah kembali,” ujar Kasat Reskrim AKP Maradonna.

Sejauh ini, Kepolisian belum menetapkan tersangka sejak 78 ton karung diduga B3 tersebut ditemukan. “Kami baru memeriksa belasan saksi. Diantaranya adalah sopir dan kernet lalu ada juga yang bersangkutan dalam limbah ini yakni NN, SN, D” pungkas dia.

Kepolisian Resor Karawang melakukan olah TKP pembuangan limbah diduga terkontaminasi B3 atau limbah beracun yang berlokasi di dekat sungai Cibeet Desa Tamansari, Karawang Jawa Barat. penemuan limbah itu sendiri berawal dari penangkapan lima truk Fuso yang ditangkap Polres Karawang, selasa(16/1).

Dalam keterangannya Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Maradonna Armin Mapasseng S.I.K menjelaskan, limbah ini awalnya dibawa dari Palembang diangkut menggunakan lima truck fuso menggunakan kapal Tongkang yang kemudian menyebrang melalui pelabuhan Bakahuli dan tiba di pelabuhan merak.

“Sesampainya di pelabuhan merak rencananya akan dibawa ke Cikarang namun ternyata tidak jadi karena alasan gudang yang berlokasi di Cikarang penuh, dan kemudian pemilik melakukan proses daur ulang di Karawang kemudian kita temukan ada lima truck masing-masing muatannya sekitar 17 ton dan total keseluruhan ada 78 ton,” ucap Maradonna, Minggu (21/1).

Lebih lanjut Maradonna menjelaskan, limbah-limbah ini nantinya akan diuji laboratorium oleh tim Puslabor Bareskrim Polri.

“Saat ini kita masih mengumpulkan barang bukti dan pengujian terhadap barang yang nantinya akan menjadi sampel, kita temukan beberapa barang contohnya ada bongkahan caustic soda ini sangat berbahaya karena sangat panas dan tadi sudah di uji bongkahan caustic soda ini pH 14,” jelas Kasat Reskrim.

Sementara itu dari olah TKP tim Puslabfor berhasil mengumpulkan sejumlah Poly Aluminium Cloride atau Caustic Soda, sejumlah air hujan yang telah terkontaminasi, dan beberapa genggam tanag di area pembuangan. kemudian tim Puslabor juga melakukan pengukuran PH benda-benda tersebut dengan menggunakan kertas lakmus.

Selanjutnya Maradonna juga menjelaskan, dalam tumpukan karung ditemukan bahan kimia caustic soda dan Poly Aluminium Chlolid (PAC) yang dikategorikan dengan dugaan limbah B3.

“Dugaan sementara karung ini akan dicuci nantinya di Sungai Cibeet. Dan kemudian dijual kembali. Padahal karung kimia ini harus dimusnahkan. Tidak boleh diolah kembali,” ujar Kasat Reskrim AKP Maradonna.

Sejauh ini, Kepolisian belum menetapkan tersangka sejak 78 ton karung diduga B3 tersebut ditemukan. “Kami baru memeriksa belasan saksi. Diantaranya adalah sopir dan kernet lalu ada juga yang bersangkutan dalam limbah ini yakni NN, SN, D” pungkas dia.(03)

(Visited 38 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply