3:47 pm - Jumat Desember 15, 2017

Akibat Ulah Perusak Alam Pangkalan Terancam Kiamat

Written by | Januari 6, 2017 | 0
Akibat Ulah Perusak Alam
Single content advertisement top

Akibat Ulah Perusak Alam-Dalam upaya melindungi kawasan geologi karst Pangkalan sesuai dengan Peraturan Daerah(Perda) Nomor 2 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang, yakni 1.012,9 hektare, Bupati Karawang Cellica Nurachdiana membentuk tim Sekretariat Bersama (Sekber) Selamatkan Bumi Karawang.

Akibat Ulah Perusak AlamTim Sekber tersebut terdiri dari berbagai elem masyarakat. Nantinya, tim Sekber berada di bawah naungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Karawang. Tim Sekber tersebut dibentuk menyusul dengan akan ditetapkannya Kawasan Benteng Alam Karst (KBAK) dan RTRW oleh Provinsi Jawa Barat. Akibat Ulah Perusak Alam

Dalam wawancaranya, Bupati Karawang mengatakan, akan terus mengawal agar luas kawasan karst Pangkalan tidak berkurang. Dari sebab itu, maka tim saber tersebut dibentuk. “Intinya, kami berpatokan kepada perda RTRW bukan kepada kepmen,” ucap Cellica.

Cellica mengatakan, dirinya cukup heran mengapa luas hamparan karst Pangkalan dalam keputusan Mentri Energy dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Nomor 3606 K/40/MEM/2015 tentang penetapan bentang alam karst (KBAK) Pangkalan hanya 375,60. Akibat Ulah Perusak Alam

“Padaahal Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang, luas hamparan karst nya mencapai 1.012,9 hektar. Saya sangat merasa heran,” tambah Cellica.

Lebih lanjut Cellica menjelaskan, akibat dari perbedaan data tersebut, kini muncul pengajuan izin pertambangan di Kecamatan Pangkalan. Dirinya mengakui, sebelum Kepmen tersebut keluar, Pemkab memang mengajukan permohonan penetapan KBAK Pangkalan dengan nomor surat 541/5670Disperindagtamben pada tanggal 6 Desember 2014 ke Mentri ESDM cq. Kepala Badan Geologi.

Surat tersebut memang prosedur yang harus ditempuh untuk membeirkan kejelasan mana wilayah pertambangan dan mana saja yang ditetapkan sebagai KBAK. Namun, seiring berjalanyna proses, ternyata luas hamparan karst Pangkalan yang harus dilindung malah berkurang drastis. Akibat Ulah Perusak Alam

“Waktu itu, pembuatan surat permohonan penetapan KBAK dilakukan ketika saya masih menjabat sebagai Plt Bupati Karawang, tahun 2014. Semua orang juga tahu, waktu itu situasi Pemkab Karawang memang sedang teu pararuguh (tak menentu). Saya memang sebagai pengambil kebijakan. Namun secara teknis tidak mengetahui secara detail mengenai proses penelitiannya,” katanya.

Cellica berharap, tim yang dibentuknya itu, bisa menyambungkan aspirasi ke Pemprov Jawa Barat agar luas kawasan lindung Geologi Karst Pangkalan tidak berkurang dan terus dilestarikan keberadaannya.

“Komitmen kami, tetap menolak untuk penambangan di Karawang Selatan. Kami tidak akan memberikan izin lingkungan kepada perusahaan yang akan melakukan penambangan,” ucapnya.(03)

(Visited 118 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply