3:38 am - Rabu Mei 23, 2018

Jaman Makin Edan, ASPIKA Tuntut Perda Anti Maksiat

Written by | April 20, 2018 | 0
aspika
Single content advertisement top

ASPIKA Tuntut Perda Anti Maksiat-Aliansi pergerakan islam Karawang (ASPIKA) melakukan aksi damai di depan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Aksi yang diikuti puluhan orang dari beberapa aliansi Islam seperti FPI, GPII, HMII, PPMI serta aliansi lainnya berlangsung cukup alot.

Dalam orasinya, para demostran tersebut meminta agar Pemerintah Daerah menghimbau tempat-tempat hiburan malam yang ada di Karawang agar tutup selama bulan suci ramadhan yang tinggal beberapa minggu lagi.

aspika

Setelah berorasi di depan gerbang Pemda Kabupaten Karawang, para demonstran dipersilahkan masuk untuk mediasi. Mediasi itu sendiri dilakukan di ruang rapat Sekertaris Daerah Kabupaten Karawang dan di pimpin oleh Asda II Kabupaten Karawang Ahmad Hidayat  serta diikuti oleh Kapolsek Karawang Kota Kompol Iwan Ridwan, Kabid Dalop Satpol PP Wahyu CS serta koordinator aksi Aliansi Islam Irwan Taufik dan ustad Yayan dan beberapa perwakilan lainnya.

Dalam tuntutannya, ASPIKA meminta agar pemerintah daerah membuat perda khusus untuk kemaksiatan karena menurut mereka kemaksiatan di Kabupaten Karawang sudah menghawatirkan.

“Kami meluhat kemaksiatan di Kabupaten Karawang semakin parah, Perzinahan sudah merajalela, mabuk-mabukan juga makin merajalela. Pernah enam bulan yang lalu ada salah satu hotel mengadakan penari stripitis. Namun alhamdulilah, dari kepolisian sudah menindak hotel tersebut. Perlu diketahui, dalam hal ini satpol pp memiliki anggaran yang milyaran, harus di pertanya kan sudah sejauh mana itu anggaran di buat anggaran itu di berikan untuk permasalahan penegakan perda khusus untuk kemaksiatan kepada satpol pp,”Ucap salah satu perwakilan ASPIKA ketika mediasi berlangsung, Jumat(20/4).

Akhirnya, setelah melakukan mediasi yang cukup alot para demonstran membubarkan diri dengan adanya kesepakatan bahwasannya pemerintah daerah akan memberikan surat himbauan kepada tempat-tempat hiburan malam ketika masuk bulan suci Ramadhan diwajibkan tutup 24jam selama bulan Ramadhan.

“Kita juga meminta agar ASPIKA dan ulama-ulama umat islam di ikut sertakan dalam pembahasan Perda khususnya secara eksplisit Perda tentang minuman keras dan kami menuntut agar pemerintah daerah mengeluarkan Perda anti maksiat,”Tambah Irwan.

Kemudian Irwan juga menjelaskan, apabila nanti ketika saat bulan Ramadhan ada kedapatan tempat hiburan malam yang masih beroprasi ASPIKA bersama dengan pemerintah Daerah akan menindak dengan tegas tempat hiburan malam tersebut.

“Apabila nanti ada kedapatan ada kegiatan kemaksiatan, kita bersama dengan pemerintah daerah dan satpol pp serta Kepolisian harus bertanggung jawab terkait itu,” Imbuh Irwan.

Sekedar info aksi tersebut berlangsung dari sekitar pukul 14.00 hingga pukul 16.00 hingga selesai, aksi tersebut berlangsung kondusif serta aman. (DEN-03)

(Visited 34 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply