3:41 pm - Jumat Desember 15, 2017

Bentrok Antar LSM di Karawang Tanggung Jawab Siapa???

Written by | Oktober 12, 2017 | 0
Bentrok Antar LSM
Single content advertisement top

Bentrok Antar LSM-Bentrokan antar LSM kembali terjadi di Karawang. Kali ini bentrokan terjadi tepat di depan Restoran Dewi Air yang berlokasi di desa Suka Makmur Karawang Barat. Akibat dari bentrokan tersebut sekitar lima mobil dan satu motor milik LSM BUAS rusak dan hangus terbakar.

Menurut salah satu saksi di tempat kejadian mengatakan, bentrokan yang melibatkan LSM BUAS dengan gabungan LSM NKRI, GMBI dan Gibas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30WIB.

Humas Polres Karawang AKP Marjani ketika di wawancarai mengatakan, bentrokan bermula ketika iring-iringan kelompok gabungan ormas yang berjumlah kurang lebih sekitar 200 orang tersebut melintas melalui jalan intercange Karawang Barat  menuju pabrik Daihatsu. yang kemudian berpapasan dengan kelompok LSM Buas yang sedang berada di Restoran Dewi Air.

Bentrok Antar LSM

“Beberapa kendaraan milik LSM Buas sedang di parkir di depan Restoran Dewi Air karena mereka sedang makan. Kemudian, iring-iringan aliansi Ormas yang melihat kendaraan milik LSM Buas tersebut langsung turun dan melakukan pengerusakan,” ucap Marjani, Rabu(12/17).

Marjani menambahkan, karena kalah jumlah, para anggota LSM Buas tidak melakukan perlawanan dan hanya berada di dalam gedung Dewi Air. “Setelah melakukan aksi penyerangan, para anggota gabungan ormas tersebut langsung melajutkan kembali perjalanan,” tambahnya.

Sekedar info, bentrokan antar LSM ini terjadi diduga karena berebut pengelolaan limbah ekonomis PT.Daihatsu yang diketahui pengelolaan limbah tersebut telah dikelola oleh mitra dari aliansi LSM/Ormas Karawang.

Menanggapi permasalahan tersebut, Wakil ketua KB-FKPPI PC-X.19 Kabupaten Karawang yang membidangi Hukum dan HAM, Agus Sanusi berkomentar, yang seharusnya bertanggung jawab terhadap persoalan ini adalah pemerintah daerah khususnya Kesbangpol.

“Melihat kejadian tadi dan juga bukan sekali terjadi, seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini Kesbangpol harus memberikan Warning terhadap LSM yang terdaftar karena mereka juga ikut menerima anggaran dari pemerintah daerah,” ucap Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, mungkin kedepannya kesbangpol bisa mengadakan seminar dengan mengundang LSM dari luar kota semisal ICW atau KONTRAS. “Yang wajib mengundang ya pihak Kesbangpol agar LSM yang berada di Karawang memahami apa esensi LSM. Sehingga, LSM itu me gerti dan memahami apa arti LSM yang sebenarnya. Setidaknya bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang lalu agar tidak terulang kembali,” tandas Agus.(03)

(Visited 380 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply