3:08 pm - Jumat Oktober 19, 7640

Bisnis Hiburan Malam Karawang, Embrio Prostitusi Kelas Kakap?

Written by | Februari 27, 2017 | 0
Bisnis hiburan malam
Single content advertisement top

Bisnis hiburan malam – Bisnis hiburan malam di kota Karawang kian tumbuh subur. Animo pemuja kehidupan “hedonis” di kota yang sudah berjuluk kota industri itu seakan tak ada matinya. Tempat-tempat hiburan malam yang dikemas tempat karaoke dan spa tidak menutupi aura plus-plusnya.

Tempat-tempat hiburan malam ini memperkerjakan wanita-wanita muda (ABG) cantik sebagai “Lady Escort” atau LC (pemandu lagu) atau pun therapist.

Meski tidak terang-terangan, bisnis hiburan malam di kota Karawang yang menyajikan praktik prostitusi nyatanya memang ada. Namun, bagi pemilik tempat hiburan malam di kota Karawang, praktik mesum masih dilakukan malu-malu. Mereka menolak jika bisnis hiburan malam mereka identik dengan prostitusi.

Bisnis hiburan malam“Kami murni memberikan hiburan yang sehat, tidak ada unsur prostitusi. Para LC kami (PL=pemandu lagu, red) senantiasi kami awasi dan kami larang untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan di room (ruang karaoke-red),” ujar salah seorang pengelola tempat Karaoke di bilangan Karawang Barat itu.

Namun menurutnya, pihaknya sepenuhnya tidak bisa mengawasi perilaku para LC atau Pemandu Lagu yang mungkin saja melakukan praktik “mesum” diluar sepengetahuannya.

“Mungkin pasti ada ya, Mas. Namanya orang, kan? Bisa saja itu (perbuatan mesum) dilakukan diam-diam, atau mungkin dilakukan di luar (maksudnya di luar tempat karaoke, red), dan itu bukan kewenangan kami lagi untuk mengawai. Apa yang mereka lakukan di luarkan itu hak mereka,” sambungnya.

Namun, apapun dalih menutupi fakta itu, bisnis hiburan malam di Karawang yang menyajikan layanan “plus-plus” adalah fakta. Meski tidak terang-terangan, praktik prostitusi itu cukup rapi dan tertutup. Para pekerja seks komersil (PSK) di sana pun terbilang cukup selektif memilih teman kencannya.

Nino, (34, nama samaran), seorang “styles” di salah satu tempat karaoke di Karawang mengaku ada beberapa “Lady Escort” atau LC (pemandu lagu) yang bisa ajak kencan intim.

“Ada sih ya, Mas. Ada beberapa (yang bisa diajak kencan intim-red). Tapi mereka biasanya suka keluar (dilakukan di luar tempat karaoke), di hotel atau di mana lah gitu”, kata Nino.

“Itu pun, sepengatahuan aku mereka (pada LC-red) nggak asal nerima tawaran kencan gitu aja. Istilahnya kalo ada cocok ya terima, kalo nggak cocok, mereka nolak. Kecuali kalo bayarannya gede kali ya,” kata Nino sambil tertawa.

Seorang wanita LC, sebut saja Nia (23), nama samaran, pemandu lagu di salah satu tempat karaoke di hotel bintang di pusat kota Karawang. Nia enggan disebut sebagai penjaja seks komersil atau PSK. Dirinya menuturkan hanya bekerja menemani tamu yang butuh hiburan.

“Gak lah, Mas. Saya kerja cuma nemenin tamu doang,” ujar Nia. Namun saat ditanya pernahkan dirinya menerima tawaran kencan dari tamunya, Nia hanya tersenyum, “Ngapain sih nanya itu, Mas?” ujarnya seolah enggan ditanya soal itu. Namun, setelah beberapa kali dipancing, akhirnya Nia buka suara, “Ya, kalo cocok, kenapa nggak?” ujarnya sambil tertawa.

Dari penuturan Nia, memang beberapa wanita pekerja malam, ada yang mau menerima tawaran kencan pelanggannya, ada juga yang tidak mau diajak kencan. “Ada sih yang bisa (diajak tidur-red), tapi ada juga yang nggak. Itu sepengetahuan aku ya, Mas,” tutur Nia.

Lain lagi dengan pengakuan Devi (19, nama samaran). Dia bukan pemandu lagu, bukan juga terapis. Profesinya memang pekerja seks komersil yang sering menerima tawaran kencan lelaki hidung belang.

Ditemui di lobi sebuah tempat karaoke di hotel berbintang di Karawang, Devi terlihat berdandan mencolok, seksi. Tubuhnya dibalut blus coklat ketat dengan belahan dada sedikit terbuka, menantang.

Seorang teman membisik ke Berita Brantas, bahwa Devi bisa diajak kencan. Namun, karena situasi tidak memungkinkan, Berita Brantas tidak berhasil mengajak Devi berbincang. Ia tampak akrab dengan dua orang teman wanita dan dua teman prianya. Dari sumber di lokasi, Devi kerap melayani ajakan kencan lelaki hidung belang.

“Dia ke sini kadang gonta-ganti lelaki. Kalo sudah ngeroom (karaoke, red) dia langsung ke atas (ke kamar, red) sama tamunya,” ujar sumber yang enggan menyebut namanya.

 

Embrio Dunia Prostitusi Terbuka?

Pengamat sosial, Amrin Abdullah, mensinyalir fenomena bisnis hiburan malam di kota Karawang yang masih berskala kecil seperti karaoke dan spa adalah embrio tumbuhnya bisnis hiburan malam yang lebih besar yang membaur dengan praktik bisnis prostitusi yang lebih besar pula. “Sekarang mungkin masih dilakukan malu-malu, tertutup. Tidak menutup kemungkinan nanti akan berubah drastis, lebih terbuka dan terang-terangan,” ujar Amrin.

Menurut Amrin, fenomena pertumbuhan bisnis hiburan malam di kota Karawang tidak bisa dibendung. Ini (bisnis hiburan malam-red) akan terus tumbuh dengan berbagai varian hiburan malamnya. “Lihat saja, beberapa tahun ke depan Karawang akan seperti apa. Mungkin Karawang nanti akan punya tempat hiburan malam macam Alexis,” papar Amrin.

Dari penelusuran “Berita Brantas” ke beberapa tempat hiburan karaoke dan spa yang disinyalir disisipi sajian plus-plus menunjukan bukti-bukti praktik prostitusi bukan isapan jempol. Sebuah fenomena atau kehidupan “absurd” yang masih dibantah? (ZEIN)

(Visited 1.356 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply