4:27 pm - Kamis Februari 22, 2018

Mendukung Citarum Harum Tapi Terlambat, Citarum “Harum Baunya”

Written by | Januari 18, 2018 | 0
Citarum Harum
Single content advertisement top

Citarum Harum-Pemerintah Kabupaten Karawang bersama dengan Tim Komandan Sektor Penanggulangan Sungai Citarum dari Kodam III Siliwangi menggelar rapat dan sosialisasi mengenai penataan sungai citarum. Sosialisasi yang diikuti sekitar 350 orang tersebut di gelar di ruang rapat lantai 3 Degung singaperbangsa Pemda Kabupaten Karawang.

Dalam sosialisasi tersebut hadir beberapa perwakilan diantaranya Ketua Tim Satgas Wilayah IV Citarum harum Kolonel Inf Utoh Zaenady dan juga seluruh anggota satgas Wilayah IV Citarum Harum.

Citarum Harum

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Karawang dr. Cellica Nurachdiana mengatakan, bahwa pertemuan kali ini merupakan pertemuan yang kesekian kalinya dalam membahas sungai citarum yang selama ini sebagai sumber kehidupan masyarakat Jabar dan DKI Jakarta.

“Kita mengetahui di Sungai Citarum sekarang ini airnya keruh dan tercemar serta banyak sekali sampah di Sungai Citarum. Persoalan Citarum sangat luas dan semoga dengan kita semua bekerja dapat menciptakan Sungai Citarum Harum dan bersih,” katanya, Kamis(18/1).

Lebih lanjut Cellica menjelaskan, tim satgas citarum memiliki komitmen untuk menjadikan Sungai Citarum Harum dan bersih agar dapat dinikmati masyarakat luas.

“Adanya 2.000 perusahaan di Kab. Karawang dan ada sedikit yaitu 81 perusahaan yang tidak memiliki etika baik yaitu mencemari Sungai Citarum dan juga Bapak Luhut Panjaitan berbicara kepada saya yaitu Kab. Karawang jangan pernah takut untuk menindak perusahaan perusahaan yang nakal yang mencemari Sungai,” tambahnya.

Kemudian Komandan Sektor IV Citarum Harum Kolonel Utoh Zaenady dalam sambutannya juga menyampaikan, bahwa penataan Citarum adalah pekerjaan yang sangat luar biasa, karena merupakan untuk kepentingan Nasional dan masyarakat luas.

“Dasar Sprin Pangdam III/SLW no 2844/XII/2017 tentang Perintah peninjauan sektor das Citarum 2017 dan Rakor Dan Sosialisasi bersama Menteri Kemaritiman,” Ucapnya.

Kemudian Utoh juga mengatakan, sungai Citarum di Kab. Karawang melintas 120 KM melewati 9 Kecamatan dan 49 Desa di Kab. Karawang. Kini nasibnya sudah memprihatinkan karena banyaknya pembuangan limbah baik dari limbah pabrik dan rumah tangga.

“Setelah kita tinjau seharian penuh kita dapat mengidentifikasi dan analisa bahwa limbah pabrik, rumah sakit, hotel, limbah domestik, pedangkalan, tanggul dan tempat pengolahan akhir yang menjadikan Sungai Citarum tercemar serta dalam keadaan darurat,” tegasnya.

lebih lanjut Utoh menerangkan, Kodam III/Siliwangi akan selalu bersinergitas dengan Pemda Kab. Karawang untuk menanggulangi Sungai Citarum agar menjadi Harum dan bersih.

“Permasalahan utama di Sungai Citarum yaitu sampah yang sangat banyak, karena masih rendahnya kesadaran masyarakat. dan kita akan selalu bersinergi dengan Pemda Karawang agar menjadikan Citarum menjadi bersih dan harum,” tuturnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Forum Daerah Aliran Sungai Citarum (DAS) dan Dewan Penasehat Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan (GEMPAL) Agus Sanusi mengatakan, program pemerintah berbasis anggaran itu baik, apalagi mendekati pilgub. Walaupun itu program pemerintah pusat tidak menutup kemungkinan progam ini identik dengan politik.

“Semakin banyak aturan tentang lingkungan hidup maka semakin banyak pelanggaran. Banyak oknum-oknum yang melakukan hal seperti itu, tetep dunia ini akan hancur mulai dari alam. Kalau mau melestarikan Citarum, kenapa tidak dari dulu melakukan pengawasan yang melekat terhadap bahaya limbah? secara pribadi saya mendukung program citarum harum tapi saya rasa sudah terlambat dan tidak akan bisa harum lagi yang ada hanya harum baunya,”Ucap Agus.

Lebih lanjut Agus mengucapkan, disini peran pemerintah kalau itu memang harus meminimalisir maka harus diperketat pengawasan amdal, pengawasan pencemaran.

“Dan kalaupun harus menanam pohon menanam pohonnya yang bagus, tapi setelah di tanam ditinggal gitu aja, dimana pengawasan itu sehingga pohonnya pada mati karena kurangnya pengawasan, pengurusan dan perawatan, itulah tujuannya. Sehingga (capek gawe teu kapake) capek kerja tapi tidak kepakek saya salut karena penanganan citarum melibatkan seluruh unsur,”Tegas Agus.(run-den)

(Visited 58 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply