3:24 pm - Kamis April 24, 7653

Dapat “Hadiah” dari Bogor, 4 Desa di Karawang Kebanjiran

Written by | Februari 8, 2018 | 0
karawang kebanjiran
Single content advertisement top

Karawang Kebanjiran-Curah hujan di Karawang saat ini meningkat dan mengakibatkan ratusan rumah warga terendam mencapai ketinggian 30 hingga 180 centimeter. Bencana ini terjadi di berbagai desa kecamatan Kabupaten Karawang. Kritisnya tanggul di Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya menjadi sorotan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Supriatna Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Banjir yang terjadi di dua desa dari dua kecamatan di Karawang  merupakan banjir kiriman. Di Desa Karangligar pun masih ada tiga RT yang dimana warganya belum mengungsi berdasarkan laporan sementara.

karawang kebanjiran

“Banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, merupakan kiriman dari Bogor melalui Sungai Cibeet,” katanya, Rabu (7/2).

Sebanyak 40 rumah dengan 50 KK dan 208 warga Dusun Pengasinan RT 001, dan RT 002 sebanyak 58 rumah dengan 63 KK dan 252 serta RT 003 sebanyak 96 rumah dengan 109 KK dan 436 warga terdampak banjir.

Sementara itu di Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, Dusun Anjun RT 010 RW 008 sebanyak 4 rumah dengan 4 KK dan 20 warga terdampak. Sementara di RT 012 RW 013, sebanyak 20 rumah dengan 23 KK dan 94 warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter yang merupakan luapan dari Sungai Citarum.

Ketinggian permukaan air di Sipon Cibeet pada pukul 08.00 WIB sudah mengalami penurunan dari 17,15 mdpl dengan status Siaga 1 menjadi 16,90 mdpl dengan status Awas, kata Supriatna. Diperkirakan banjir kiriman dari Sungai Cibeet akan sampai di daerah Rengasdengklok hingga Pakisjaya pada pukul 15.00 WIB.

Namun, status untuk wilayah Rengasdengklok hingga Pakisjaya saat ini masih siaga 1. Karena, ketinggian permukaan air Sungai Citarun di posko Kedunggede pada pukul 08.00 WIB mencapai 11,65 mdpl dan sudah mengalami penurunan, ucapnya.

Pemerintah Kabupaten  Karawang juga memberikan perhatian pada tanggul kritis di Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya pada Januari lalu. Sebab, tanggul di desa tersebut ambles.

“Padahal, saat itu tidak ada hujan. Meskipun sudah diperbaiki, kami tetap melakukan antisipasi dengan berkomunikasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum dan menugaskan petugas piket,” tuturnya.(nad)

(Visited 51 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply