3:59 pm - Jumat Desember 15, 2017

“Nunggu di Demo” Kejari Karawang Keluarkan Surat Penangguhan Penahan Ketua DKM AL-Mukaromah

Written by | November 6, 2017 | 0
Kejari Karawang
Single content advertisement top

Kejari Karawang-Kantor Kejaksaan Negeri Karawang (Kejari) pagi ini di kepung massa, Pengepungan ini dilakukan oleh masyarakat Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar bersama dengan beberapa aliansi masyarakat seperti Kopak, Lodaya serta aliansi islam.

Para massa mengepung kantor Kejari karena menuntut agar ketua DKM Masjid Jami Al-Mukarromah, Anom Suganda, Kepla Desa Tanjungsari Wawan serta salah satu warga Tanjungsari yang diketahui bernama Otih segera dibebaskan dari penahanan yang dilakukan pihak kejari.

Massa yang berdemonstrasi mulai dari pukul 09.00WIB ini akhirnya mau membubarkan diri setelah Wakil Bupati Karawang Akhmad Zamakhsyari melakukan mediasi dengan pihak Kejari.

Kepala Kejaksaan Negri Karawang Sukardi ketika diwawancarai mengatakan, dirinya telah memerintahkan kasipidum untuk membuat surat penangguhan penahanan setelah didesak oleh massa yang berkerumun di depan kantor Kejari.

Kejari Karawang

“Dalam menangani kasus ini, kami tidak melihat latar belakang seseorang yang diduga terlibat, karena itu, sebelumnya kami melakukan penahanan. Tetapi setelah didesak massa agar segera melakukan penangguhan penahanan, Kami memenuhi keinginan massa yang berunjukrasa di depan Kantor Kejari Karawang,” Ucap Sukardi, Senin (06/11).

Lebih lanjut Sukardi menjelaskan, dalam menangani kasus pihaknya hanya mempelajari berkas dan tidak mengenal siapapun termasuk pelapor dan terlapor. Dirinya juga mengatakan agar urusan hukum tidak disangkutpautkan dengan urusan (SARA).

“Kami hanya tau dari berkas perkara, dan kami hanya melihat berkas perkara bukan karena apapun,”Tambahnya.

Senada dengan Sukardi, Wakil Bupati Karawang, Akhmad Zamakhsyari (Jimmy) juga mengutarakan agar permasalahan ini tidak dibawa kepada isu SARA dan dia berharap dengan dikeluarkannya surat penangguhan penahanan ini, masalah dapat selesai.

“Saya berharap setelah dikeluarkannya surat penangguhan penanganan ini, sudah tidak ada lagi masalah kedepannya, dan juga saya berharap agar masalah kali ini tidak di sangkutpautkan dengan permasalahan SARA,” kata Jimmy.

Sementara itu kuasa hukum Asosiasi Kepala Desa (Apdesi), Jhonson Panjaitan mengatakan, permasalahan tersebut bukan hanya soal marwah kepala desa, Apdesi dan DKM saja. Menurutnya dasar masalahnya adalah persoalan tanah yang laten terjadi di Karawang.

“Tapi yang jauh lebih buruk situasi ini diperburuk dengan tindakan tidak profesional dari penegak hukum, yang melakukan kriminalisasi. Bahkan melakukan tekanan. Kenapa? Anda bisa bayangkan coba, kalau orang yang dituakan di desa dibotak kaya pencuri motor,” Tegas Jhonson.

Meski demikian, dirinya (Jhonson) mengapresiasi langkah yang ditempuh pihak kejaksaan dengan mengeluarkan surat penangguhan penahanan.

“Tapi juga perlu di ingat didepan ada persoalan lebih besar karena proses pengadilan tetap berlanjut,” Tambahnya.

Kronologi Permasalahan

Sedikit info, kasus penahanan ketua DKM, Kepaladesa serta salah seorang warga desa Tanjungsari Cilebar ini bermula ketika ketua DKM membeli tanah dari hasil patungan dengan warga. Setelah beberapa tahun warga luar mengaku kalau tanah tersebut miliknya dan akhirnya melaporkan DKM ke kepolisian dengan tuduhan penyerobotan tanah.

Setelah itu, warga mulai mengumpulkan bukti pembelian tanah tersebut, diantaranya serifikat wakaf, akta jual beli, dan kuitansi jual beli. Namun, beberapa waktu kemudian datanglah surat pemanggilan yang selanjutnya ketua DKM (Anom Suganda) ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pemalsuan akte jual beli

Selang enam bulan kemudian, tidak ada kabar dari pihak Polres Karawang, lalu, pada 30 Oktober 2017, tiba-tiba pihak kepolisian menyatakan berkas surat laporan sudah P-21 atau lengkap. Hingga akhirnya Anom beserta kepala desa Tanjungsari serta Otih dijemput dan ditahan di kejaksaan.(Ling-Nad)

(Visited 72 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply