3:08 pm - Senin Oktober 19, 7665

Diduga Lakukan Korupsi Pengadaan APK, Kini Giliran Alumni STPDN Ditangkap KPK

Written by | Januari 30, 2017 | 0
Korupsi Pengadaan APK
Single content advertisement top

Korupsi Pengadaan APK– Dua tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga kampanye (APK) pada Pilkada 2015 lalu, siang tadi ditahan oleh Kejaksaan Negri Karawang di Rumah Tahanan Kebon Waru Bandung. salah satu yang menjadi tersangka adalah Sekertaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang Nandang Ruchiatna yang juga merupakan alumni STPDN. dirinya ditangkap karena bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Korupsi Pengadaan APKSementara salah satu tersangka lainnya adalah Abdullah. Dalam kasus Korupsi Pengadaan APK, Abdullah bertindak sebagai pihak ketiga atau Pemborong yang mengerjakan proyek APK tersebut. Sebelum dibawa ke Rutan Kebonwaru, kedua tersangka diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negri Karawang. setelah dilakukan pemeriksaan, lantas kedua tersangka itu menandatangani surat penahanan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang, Titin Herawati Utara mengatakan, Kejaksaan melakukan tindak penahanan terhadap kedua tersangka Korupsi Pengadaan APK karena berkas perkara kedua tersangka tersebut sudah lengkap atau sudah P 21.

“Kami (Kejaksaan) menahan kedua tersangka dengan pertimbangan subjektif. Alasan pertama adalah untuk memudahkan proses persidangan,” ungkap Titin.

Lebih lanjut Titin menjelaskan, alasan lainnya dilakukan penahanan yaitu dikhawatirkan, tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Disebutkan, penahanan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menyerahkan berkas perkara berikut tersangkanya ke jaksa penuntut umum.

“Dalam hal ini, kedua tersangka Korupsi Pengadaan APK cukup kooperatif saat dibawa oleh petugas kami. meski demikian, sebelunya mereka diperiksa kesehatannya terlebih dahulu oleh petugas medis klinik di Polres Karawang,” tambah Titin.

Titin menjelaskan, berdasarkan hasil dari penyelidikan selama ini yang dilakukan Kejaksaan, kedua tersnagka diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan APK Pilkada Karawang tahun 2015 lalu senilai Rp.3,6miliar.

“Dari hasil pemeriksaan fisik, ternyata anggaran sebesar 3,6 tersebut hanya dibelanjakan senilai 1,3miliar saja,” bebernya.

Proyek pengadaan APK tersebut dimenangkan CV Agiel, perusahan kontraktor milik Abdulah. Namun, Abdulah tidak mengerjakan sendiri proyek tersebut. Dia menyuruh pihak lain untuk membuat APK, sehingga kualitas tidak sesuai dengan ketentuan.

“Padahal, berdasarkan ketentuan pemegang proyek harus mengerjakan sendiri proyek yang dimenangkannya, atau paling tidak separuh dari pekerjaannya. Akibat dari hal tersebut, timbul lah kerugian negara berkisar Rp. 2,6miliar,” Tandas Titin.(03)

(Visited 114 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply