3:39 am - Rabu Mei 23, 2018

Belum Datangi Warga Lapas, KPUD Dibilang Kurang Sosialisasi

Written by | Maret 19, 2018 | 0
belum
Single content advertisement top

KPUD Kurang Sosialisasi-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karawang beberapa hari lalu telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS), Jumat(16/3) dengan jumlah DPS sebanyak 1.590.283 pemilih. Namun hal tersebut tidak dapat menghapus kekhawatiran para calon pemilih warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III A Kabupaten Karawang.

Menurut Kepala Bagian Seksi (Kabagsie) Registrasi Lapas Kelas III A Karawang, Ondi menganggap sosialisasi dari KPUD dinilai belum maksimal setelah pengambilan data atau coklit beberapa waktu lalu.

“Jumlah penghuni lapas yang fluktuatif menjadi penyebabnya, jumlah calon pemilih di Pilgub Jawa Barat sebanyak 659 pemilih dari 100-an lebih penghuni lapas yang memiliki hak pilih di pilgub lalu,” ujar Ondi.

Kemudian Ondi juga menerangkan, dengan jumlah pemilih di lapas yang terus berubah, ia meminta petugas Pemungutan Suara (PPS) desa di mana Lapas berada untuk terus memantau perubahan tersebut.

belum 2

“Kita minta kepada PPS waktu coklit itu, untuk datang lagi dan bersama-sama mengawasi perubahan jumlah calon pemilih di sini, sekaligus melakukan sosialisasi yang saya rasa belum ada sampai saat ini,” terangnya.

Dirinya merasa khawatir banyak pertanyaan yang akan timbul dari warga binaan di Lapas tersebut saat pelaksanaan Pilgub, pasalnya masih minimnya sosialisasi kepada warga binaan terkait Pilgub Jawa Barat 2018 ini.

“Tidak semua warga binaan memiliki pemahaman yang baik, terkait Pilgub Jabar ini. Karena  warga binaan tidak semuanya tercatat sebagai warga Jawa Barat dan di dalam Lapas pun tidak boleh kampanye, bagaimana bisa kenal dengan para calon yang ada,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPUD Karawang Divisi Sosialisasi, Adam Bachtiar menuturkan, berdasarkan undang-undang RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota dan juga berdasarkan PKPU, bahwa yang berhak memilih adalah orang yang memiliki e-KTP.

“Apabila warga Jawa Barat tersebut belum memiliki e-KTP maka Ia bisa menggunakan Surat Keterangan (Suket), dan kendala di Lapas sudah pernah disampaikan ke kita. Hanya untuk hak pilih hanya berdasarkan itu, dan masih akan ada perbaikan,” tutur Adam.

Terkait sosialisasi Pilgub Jawa Barat 2018, Adam menandaskan, pihaknya akan melakukannya saat mendekati hari pelaksanaan.

“Sengaja kita lakukan sosialisasi pada saat mendekati hari pemilihan. Nanti April, kita sudah mulai gencar melakukan sosialisasi. Kalau jauh hari sebelumnya kita khawatir gaung Pilgub sudah tak terdengar lagi,” jelasnya. (03)

(Visited 18 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply