1:15 pm - Rabu September 19, 2018

Polisi Sita Satu Ton Mie dan Tahu Berformalin

Written by | Maret 11, 2018 | 0
Mie dan Tahu Berfomalin
Single content advertisement top

Mie dan Tahu Berformalin-Mie dan tahu berformalin kini makin ramai diperbincangkan karena keberadaannya yang mulai terungkap di berbagai wilayah di Jawa Barat. Semenjak Polda Metro berhasil mengungkap sebuah pabrik pembuat mie ber formalin di Daerah Bekasi, Kamis(3/3) tercatat setidaknya ada empat kasus penemuan dan penyitaan mie dan tahu berformalin di daerah Jawa Barat.

Salah satunya yang terjadi di Bandung, sekitar satu ton mie berformalin berhasil di sita oleh jajaran Dir Reskrimsus Polda Jabar. penyitaan tersebut bermula dari kecurigaan petugas kepada sebuah mobil Pickup di Pasar Caringin Bandung.

“Benar saja ketika diperiksa ternyata berisikan mie basah, kita menduga bahwa mie tersebut merupakan mie berformalin karena sistem penyimpanan yang ter tutup rapat dan terkesan disembunyikan,”Ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, kamis(3/3).

Mie dan Tahu Berformalin

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian, ternyata benar mie tersebut seluruhnya mengandung formalin.

“Kemudian setelah dilakukan pengembangan barulah diketahui kalau mie tersebut merupakan buatan MS(44). Sedangkan mie ber formalin tersebut dibuat di daerah Cianjur, setelah kita periksa tempat pembuatannya kita berhasil menemukan alat pembuat mie dan juga mie berformalin yang sudah siap edar,” Tambah Kapolda.

Berselang sehari, penemuan kasus mie dan tahu ber formalin juga di temukan di Pasar Cikampek, Karawang, Jawa Barat oleh Tim Pengawas Pangan Terpadu Kabupaten Karawang. Dari inspeksi mendadak tersebut pihaknya menyita puluhan bungkus mie kuning basah dan tahu yang mengandung formalin.

“Kami melakukan tes uji kandungan makanan. Ada 14 produk makanan pasar yang diuji, diantaranya sample yang diambil dari tahu bantal, mie kuning basah, sayuran, jeli, cincau dan makanan jenis lainnya, sementara itu setelah dilakukan uji lab terbukti mie basah dan tahu bantal positif menganduk formalin,”  kata Sekretaris Tim Pengawasan Pangan Terpadu setempat, Kadarisman.

Menanggapi banyaknya penemuan mie dan tahu berformalin Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Dewi Prawitasari memberitahu beberapa cara membedakan makanan yang mengandung fomalin.

“Kalau Formalin atau Boraks memang harus ada pengujian setelah di masak karena sulit membedakan makanan berformalin hanya dengan mengamati makanan dan mencium aromanya saja,” Ucapnya.(11/3).

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, pengujian makanan berformalin juga bisa dilakukan dengan cara menaruh makanan selama tiga hari di ruangan yang bersuhu sekitar 25 derajat Celcius.

“Tahu yang mengandung formalin apabila didiamkan selama tiga hari dia tidak akan mengeluarkan lendir dan masih berwarna segar serta tidak ada lalat atau semut yang mendekat, serta bau dari tahu berformalin itu lebih menyengat dari tahu biasa serta memiliki tekstur yang kenyal dan tidak mudah rusak,” Tambah Dewi.

Dewi juga menerangkan, sementara itu untuk mie yang mengandung borak biasanya bertektur kenyal, tidak lengket serta berwarna lebih mengkilap.

“Dan untuk makanan yang memakai pewarna tekstil biasanya warna yang ditimbulkan akan lebih mencolok dan meninggalkan titik-titik warna pada makanan,” Bebernya.(03)

(Visited 58 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply