11:59 pm - Senin Januari 22, 2018

Pesan Syaykh Al-Zaytun dari Gedung DPR/MPR

Written by | Desember 21, 2017 | 0
Pesan Syaykh Al-Zaytun
Single content advertisement top

Pesan Syaykh AL-Zaytun – Senin (18/12), menjadi hari yang tidak biasa di halaman gedung DPR/MPR RI di Jakarta. Sebanyak 405 pesepeda dari Asosiasi Sepeda Sport Al-Zaytun (ASSA) hadir memadati halaman gedung wakil rakyat pada acara Apel Kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Bela Negara ke-69

Berkostum merah putih, tim pesepeda ASSA Al-Zaytun yang tengah mengemban misi keliling pulau Jawa dipimpin AS Panji Gumilang, pimpinan Ma’had Al-Zaytun Indramayu. Kedatangan tim ASSA Al-Zaytun di gedung DPR/MPR disambut sukacita peserta Apel Kebangsaan yang hadir lebih dulu di halaman gedung wakil rakyat itu.

Ikut menyambut kedatangan tim ASSA Al-Zaytun, ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang langsung menyalami para pesepeda ASSA Al-Zaytun, yang saat tiba di gedung DPR/MPR telah berhasil menyelesaikan jarak tempuh 2.188 kilometer dari terget jelajah 2.638 kilometer Anyer-Panarukan. Misi keliling pulau Jawa ini merupakan yang kedua kali bagi ASSA Al-Zaytun setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2008 silam.

Dalam pidato sambutan, Syaykh Ma’had Al-Zaytun sekaligus ketua Tim Jelajah ASSA AL-Zaytun, AS Panji Gumilang mengatakan ada tiga misi yang diemban ASSA Al-Zaytun jelajahi pulau Jawa.

Pesan Syaykh Al-Zaytun

Menurut Panji Gumilang, misi ASSA Al-Zaytun keliling pulau Jawa, pertama, mengenang jasa para pahlawan. “Kita, dalam membaca sejarah, tahun 1808, tokoh yang bernama Daendels memerintahkan rakyat Hindia Belanda Timur membangun sarana transportasi sepanjang seribu kilometer. Namun, apapun orang menulis dalam sejarah bahwa itu pekerja paksa dan sebagainya, itulah pengorbanan bangsa Indonesia saat itu untuk bangsa yang akan datang”, katanya di hadapan massa yang hadir.

Menurutnya, pendahulu bangsa Indonesia yang terlibat pembangunan jalan dari Anyer ke Panarukan adalah pahlawan yang pantang menyerah. “Pendahulu kita, kakek moyang kita itu pantang menyerah, apapun yang terjadi. Tiga tahun saja sudah membangun jalan seribu kilometer panjangnya,” ujar peraih Doktor Honoris Causa dari Revans University USA ini.

Menurutnya, pengorbanan pendahulu bangsa sangat kontradiktif dengan keadaan bangsa sekarang ini yang sudah mempunyai peralatan canggih namun belum bisa menyamai pengorbanan pendahulu dengan peralatan jaman itu serba minim.

“Ini karena ruh Indonesia belum difahami betul oleh bangsa Indonesia,” kata pimpinan Al-Zaytun yang juga alumnus Ponpes Gontor ini.  Menurutnya, ruh bangsa Indonesia itu terkandung dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza.

Dengan bersepeda keliling pulau Jawa, ASSA Al-Zaytun bertekad mensosialisasikan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. “Perlu diketahui, negara bangsa Indonesia lahir karena diilhami lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. Undang Undang Dasar-nya pun (UUD 1945-red), diilhami oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza.” tegas Panji Gumilang.

Menurut Panji Gumilang, lagu Indonesia Raya 3 stanza adalah do’a besar bagi bangsa Indonesia. “Namun hari ini dilupakan oleh bangsa sendiri, tidak pernah dikumandangkan. Indonesia Raya 3 stanza adalah do’a besar bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut pimpinan Ma’had Al-Zaytun ini, banyak orang membaca do’a tapi tidak dimengerti oleh orang yang mendoakan dan yang mengamini, tapi tetap dilakukan. “Karenanya, lagu Indonesia Raya 3 stanza harus menjadi doa bagi bangsa Indonesia,” ujarnya dalam isi pidato.

Pada kesempatan itu, Panji Gumilang menitip pesan kepada Ketua MPR, Zulkifli Hasan, “Kalaulah bukan menjadi keputusan, minimal himbauan dari para wakil rakyat, untuk mengajak rakyat Indonesia mulai dari usia PAUD hingga yang paling sepuh di negeri ini untuk kembali kepada lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. Itu yang menjadi jatidiri bangsa dan do’a besar bagi bangsa Indonesia,” pesannya yang disambut tempuk tangan massa yang hadir.

Ketiga, misi ASSA Al-Zaytun keliling pulau Jawa yang didukung oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menurut Panji Gumilang, adalah menegaskan komitmen untuk memperkuat kedaulatan pangan. “Petani kaya negara jaya. Hari ini, petani kita belum kaya, masih naik turun mengurus pangan. Negara akan stabil bila kebutuhan pangan tercapai. Walaupun saat ini pertanian kita surplus, namun secara umum belum memuaskan, masih jauh dari harapan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Zulkifli melengkapi pidato Panji Gumilang untuk memperjuangkan ke-Indonesia-an. “Negerimu mungkin tak sempurna. Tapi inilah tumpah darahmu. Indonesia mungkin tak sempurna, tapi percayalah ia layak diperjuangkan,” pesannya. (ZEIN)

(Visited 292 times, 2 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply