12:43 am - Senin Agustus 20, 2018

Sempat Melawan Petugas, Tim Anaconda Polres Karawang Tembak Mati Bos Begal

Written by | Januari 15, 2018 | 0
Tembak Mati Bos Begal
Single content advertisement top

Tembak Mati Bos Begal -Tim Anaconda Resmob Polres Karawang menembak mati ketua komplotan begal yang kerap beraksi di wilayah Karawang, Subang dan Purwakarta. diketahui identitas pelaku bernama Krisna alias Odet (19) ini ditembak mati karena melawan petugas ketika hendak di tangkap.

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto dalam press realist di RSUD Kabupaten Karawang menjelaskan, Odet ditangkap di depan pemakaman umum jalan Cipondoh, Desa Wancimekar, Kecamatan Kota baru, sabtu(13/1). Yang kemudian, pada Minggu (14/1) pukul 03.00 WIB dini hari Polisi melakukan pengembangan dan meminta Odet untuk menunjukkan pelaku pembegalan dan barang bukti lain.

begal

“Namun ketika kita minta Odet menunjukkan rumahnya dan juga rumah komplotan begal lain di Kampung Babakan Laksana (Balak) yang juga dikenal sebagai kampung Begal, Odet malah berusaha merebut senjata petugas dan berteriak minta tolong untuk mendatangkan para warga kampung, Sehingga, petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian dada sebanyak dua kali dan menyebabkan Odet tewas,” Ucap Hendy, Minggu (14/1).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng menjelaskan, pelaku merupakan pimpinan begal yang memiliki sejumlah anak buah, diantaranya MK, MH, RK, TF, dan IN.

“Bahkan duua anggota dari komplotan ini, yaitu AR dan KB sudah lebih dulu meringkuk di LP Kelas II A, Warung Bambu Karawang, dan juga dua anggota lagi yaitu MAH dan MP sampai saat ini masih buron dan sampai saat ini kita masih melakukan pengembangan tentang komplotan begal ini,” Kata Maradona.

Lebih lanjut Maradona menjelaskan, modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan cara mengacungkan golok ke pengendara motor yang melintas sendiri dan meminta agar berhenti.

“Apabila korban tidak berhenti mereka tidak segan-segan membacok korban menggunakan golok tersebut,” tambah Maradona.

Kemudian Maradona juga mengatakan, komplotan sadis tersebut diketahui menjual motor hasil pembegalan tersebut salah satunya di daerah Rengasdengklok. Sementara telpon seluler biasa di jual di grub jejaring sosial Facebook.

“Karena aksi mereka kerap menjadi firal di media sosial, Dari situlah kami melakukan penyelidikan,” jelasnya.(03)

(Visited 253 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG

No comments yet.

Leave a Reply