3:24 pm - Sabtu April 24, 2004

Pondok Bali, Jejak Wali di Pesisir Subang

Written by | Juni 16, 2015 | 0
pantai pondok bali
Single content advertisement top

Berita Subang, Brantas

Pondok Bali terletak di Desa Mayangan Kec. Legonkulon Kab. Subang. Saya terakhir mengunjunginya di tahun 1991. Masih terekam dalam memori, saat itu Pantai Pondok Bali masih terlihat indah dan asri.

Ombak laut yang relatif kecil, dengan airnya yang relatif bening, begitu akrab bercengkrama bersama para pengunjung yang sedang bermain di pasir pantai nan putih. Pohon-pohon peneduh di pinggir pantai pun masih tampak hijau dan rimbun.

Tak terlalu kepanasan, jika siang hari bercengkarama di pinggir pantai. Makanya, tak berlebihan jika kawasan objek wisata ini disebut Pantai Indah Pondok Bali. Kini matahari seperti masih malu menyinari, padahal waktu sudah beranjak siang.

Langit yang biasanya berwana biru cerah dihiasi awan putih berarak tampak buram tak bercahaya, seolah sedang menyiratkan kesedihan yang mendalam. Hanya deburan ombak dan semilir angin segar yang masih setia menyapa para pengunjung. Yang lainnya, tak lebih dari sekadar penghias belaka.

Sebuah pertanda, dulu di kawasan ini ada sebuah objek wisata pantai yang indah. Pondok Bali amat populer sebagai lokasi wisata rakyat di daerah Pantura terutama di hari libur besar keagamaan, tumplek ruah di ujung Pamanukan ini.

Legenda Pondok bali berawal dari Penyebaran ajaran agam Islam yang dilakukan oleh para Wali ke daerah Subang. Di tempat inilah para Wali tinggal dan melakukan musyawarah.

Nama Pondok Bali berasal dari kata Pondok yang artinya rumah atau tempat tinggal sedangkan Bali berasal dari kata Wali yang berubah huruf awalnya menjadi “B”, di tempat ini terdapat sumur yang di buat oleh para Wali untuk ber wudlu mengandung air tawar sedangkan air di daerah ini biasanya payau.

Tetapi nasibnya kini sungguh menyedihkan. Pengunjungnya semakin hari semakin berkurang. Pantai berada di Desa Mayangan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang. Berjarak sekitar sepuluh kilometer dari jalan raya Pamanukan dan sekitar 40 km dari Kota Subang.

Jalan yang rusak diakibatkan rob mengganas membuat wisata andalan Kabupaten Subang ini seolah tinggal menghitung waktu. Akibat ganasnya rob ini bukan saja akses jalan terendam air lain, tapi berbagai fasilitas pendukung objek wisata, seperti panggung pertunjukan, payung-payung tempat berteduh, pohon-pohon peneduh,dan warung-warung makanan minuman.

Malahan, tidak sedikit dari fasilitas itu yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Yang lebih parah, pohon-pohon

peneduh yang berada di pesisir pantai. Sebagian sudah mati dan batang pohonnya sudah pada tumbang, kalaupun masih ada yang tegak berdiri, pohonnya mati dan batang pohon tak berdaun.

 

 

(Visited 762 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA SUBANG

No comments yet.

Leave a Reply