11:46 am - Selasa September 19, 2017

Polri Diduga Jadi “TO” ISIS

Written by | Juli 1, 2017 | 0
Polri Diduga Jadi “TO” ISIS
Single content advertisement top

Polri Diduga Jadi “TO” ISIS – Penusukan terhadap 2 anggota Brimob terjadi di dekat Masjid Falehatin, yang berlokasi tidak jauh dari Mabes Polri, Jumat 30 Juni 2017. dari kejadian tersebut, dua angota Brimob mengalami luka yang cukup serius dibagian leher dan di bawah kuping.

menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyp Wasito mengatakan, kejadian bermula ketika sejumlah anggota Brimob selesai menunaikan sholat Isa bersama dengan anggota masyarakat sekitar. kemudian salah seorang tiba-tiba menyerang dua anggota Brimob tadi.

“Selepas sholat isya tiba-tiba ada yang mencabut sangkur dan menyerang sambil berteriak thogut, kafir dan menyerang,” Kata Setyo.

Polri Diduga Jadi “TO” ISIS

Setyo melanjutkan, setelah melakukan penyerangan, sipelaku langsung melarikan diri sekitar 200 meter dari masjid mengarah ke Terminal Blok M. Anggota lain yang kebetulan berada di lokasi lantas mengejar pelaku.

“Setelah dikejar, Polisi sempat meminta agar pelaku menyerahkan diri, namun tidak diindahkan. Bahkan, pelaku sempat mendatangi anggota yang sedang melakukan penjagaan. Karena diminta menyerahkan diri tidak mau maka terpaksa kita lupuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut Setyo menjelaskan, sejumlah anggota Polisi memang sedang berada di sekitar lokasi karena tengah berjaga untuk operasi ramadhan. Kepolisian lantas membuka posko dekat perum peruri tidak jauh dari masjid Falehatin yang menjadi tempat kejadian.

 Akibat dari ulah pelaku tersebut dua anggota mengalami luka cukup serius yang kini dilarikan ke RS Pusat Pertamina. Kedua korban tersebut adalah AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful Bakhtiar yang hingga kini kondisinya masih dirawat secara intensif.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku penusukan dua anggota brimob menyatakan 75 persen pelaku penusukan adalah Mulyadi. Namun masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui pelaku sebenarnya, Setyo menerangkan.

“Pelaku saat ini boleh dikatakan 75 persen adalah ulah Mulyadi. Tapi, identitas di KTP itu alamatnya tidak di situ, alamat yang tertera di KTP adalah alamat milik kakak iparnya,” cetus Setyo, Sabtu (1/7).

Terakhir Setyo mengatakan, Proses identifikasi sudah sampai pengambilan sidik jari. dan pihak kepolisian akan terus menyelidiki kasus penusukan terhadap dua anggota Brimob tersebut.

“Identifikasi sidik jari sudah dilakukan, tinggal melakukan tes DNA pelaku yang dimakan antimortem untuk mengecek yang bersangkutan ada hubungan darah atau tidak dengan sipelaku,” tandas Setyo.

Kmudian, Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan penusukan dua anggota Brimob di dekat Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, masih diselidiki. Pelaku penusukan diduga terlibat dalam jaringan ISIS.

“Hampir ada (kaitan dengan jaringan ISIS), tapi nanti masih dikembangkan. Masih dikembangkan Densus,” ujar Syafruddin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (1/7/2017).

Syafruddin mengatakan belum ada perkembangan terbaru terkait dengan peristiwa penusukan dua anggota Brimob. Ia masih menunggu laporan hasil pengembangannya. “Oh iya masih dikembangkan ya belum ada laporan terbaru. Belum ada,” katanya.(03)

(Visited 15 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: KOMANDO

No comments yet.

Leave a Reply