11:46 am - Selasa September 19, 2017

Polisi Ciduk Penjual Solar Ilegal

Written by | Januari 13, 2016 | 0
bbm
Single content advertisement top

KARAWANG, Berita Brantas

Aparat kepolisian berhasil menciduk penjual solar ilegal yang berada di Kecamatan Kotabaru. Diketahui komplotan ini menjual solar ilegal tersebut untuk bahan bakar alat berat pengeruk tanah merah.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Doni Satria Wicaksono melalui Kanit Tipiter Iptu Putu Astihermawan mengatakan, pihak kepolisian berhasil menangkap dua pelaku yaitu SG alias Sugih (36) warga Babakan Tambun RT 01/08 Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru dan PN alias Pepen (21) warga Kampung Krajan RT 03/01, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru. Dikarenakan pelaku tidak bisa memperlihatkan izin usaha pertambangan yang dikeluarkan dinas terkait dan juga izin untuk memperjualbelikan BBM bersubsidi.

“Ketika diperiksa, pemilik usaha tidak mampu mengeluarkan surat izin usaha pertambangan (IUP) oprasi produksi, pasti sudah jelas kalau tambang tersebut adalah tambang ilegal, sehingga kita mengambil langkah untuk menutup usaha tersebut dan mengamankan pemilik usaha tersebut,”ungkapnya, Rabu (13/1).

Lebih lanjut Putu menjelaskan, tambang ilegal tersebut sudah beroprasi sekitar 15 hari , sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Selain menutup tambang ilegal dan mengamankan alat berat yang digunakan untuk menambang, petugas juga menyita BBM jenis solar sebanyak 100 liter yang dikemas dalam empat jerigen, termasuk satu unit sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut solar bersubsidi tersebut.

“Barang bukti (BB) solar sebanyak 100 liter yang dibeli dari salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di sekitar Kampung Kali Asin, Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, berikut dua buku rekapan pengiriman solar dari SPBU itu ke lokasi tambang ilegal tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut Putu menjelaskan kalau pelaku menjual solar ilegal tersebut kepada para supir truck dengan harga 150ribu per truck nya. “Biasanya pelanggannya itu para supir truck pembawa pasir dan juga supir-supir truck pengangkut batu kapur,”bebernya.

Pelaku dijerat dengan pasal yang berbeda. Sugih dijerat dengan pasal 158 Jo pasal 37 UURI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sedangkan Pepen dijerat dengan pasal 55 dan atau pasal 53 hurup B UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, diancam hukuman selama 6 tahun penjara. (YUD)

(Visited 151 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: TARGET OPERASI

No comments yet.

Leave a Reply