11:45 am - Selasa September 19, 2017

HARUS ADA PERHATIAN KHUSUS DARI SEMUA PIHAK TERHADAP FENOMENA GENERASI MUDA, PENDIDIK, PEMERINTAH, ORANG TUA MURID DAN MASA DEPAN YANG “GAGAL”.

Written by | September 10, 2015 | 0
Grup Facebook tawuran antar pelajar
Single content advertisement top

KARAWANG,BeritaBrantas

Tawuran antar pelajar makin hari makin parah saja mulai dari pelajar SMA sampai pelajar SMP. Sampai yang terbaru, muncul grub Facebook yang benama “Kumpulan Tauran Antar Pelajar Karawang”.

Ironisnya, yang bergabung di dalam grub tersebut mayoritas para pelajar SMP, lebih parahnya lagi didalam akun tersebut banyak sekali para pelajar yang mengunggah foto dengan berpakaian seragam sambil membawa senjata tajam.

Ketika ditemui, Kepala Dinas Pendidikan Dadan Sugardan mengaku belum mengetahui adanya grub Facebook tersebut.

“Saya menghimbau kepada para guru dan juga wali murid agar memberikan pengawasan lebih terhadap anak-anaknya dan juga hal-hal yang dipertontonkan di jejaring sosial tersebut kita akan segera menghilangkan,”ungkapnya, kamis(10/9).

Dadan mengakui untuk saat ini Dinas Pendidikan belum menyentuh kenakalan remaja seperti yang dipertotonkan di jejaring sosial Facebook.

“Kalau untuk Facebook sendiri kita belum menyentuh karena itu kan bersifat pribadi, mungkin nantinya kita akan bekerja sama dengan para ahli di bidangnya agar bisa meminimalisir kenakalan-kenalan remaja di dunia maya khususnya di Kabupaten Karawang,”tambahnya.

Lebih lanjut Dadan mengatakan Dinas Pendidikan akan menelusuri akun-akun yang ada di grub tersebut. “Kita akan menelusuri akun para pelajar yang ada di grub tersebut mungkin kita nanti juga akan meminta pihak sekolah juga untuk membantu menanggulangi hal ini,”kata dadan.

Sementara itu, H.Ade Wawan selaku pemerhati pendidikan mengatakan, jangan menyalahkan anak tawuran apalagi anak dibawah umur karena mereka masih bisa dibina.

“Yang seharusnya disalahkan adalah pihak pengawasan dari guru BP dan orang tua murid yang membuat potret pelajar di indonesia makin amburadul karena ulah-ulah oknum guru BP yang tidak ada pengawasan yang ketat,”ungkap Ade.

Ade menambahkan, seharusnya guru BP di salah satu sekolah mengadakan koordinasi antar sekolah sesama guru BP sehingga terbentuklah kerja sama antar guru-guru tersebut karena yang tawuran itu sekolah dengan sekolah bukan kampung dengan kampung.

“Ironisnya ada yang memanas – manasi, apalagi guru yang bersifat arogan menjadikan timbul keberanian anak didik karena di panas – panasi dan di bela terus,” tambahnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, solusinya adalah adakan pendataan. Ada berapa sekolah yang tawuran lihat grafik dalam satu bulan.

“Adakan evaluasi antara guru BP antar sekolah dan kepala sekolah, masing-masing ajak berkoordinasi untuk meminta solusi dengan orang tua murid, masyarakat ada yang bekerja di TNI dan Polri mungkn akan meminimalisir kejadian itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan “Bagaimana mau pendidikan maju bagaimana murid akan pintar toh oknum gurunya, juga cara belajar mengajarnya juga tidak semangat dan cara mendidik anak – anaknya pun secara teori tidak seperti dulu, kenapa demikian? Karena semua guru dari mulai gaji, sertifikasi, tunjangan sampai ongkos transport sudah dijaminkan melalui bank jabar dan koperasi. Sementara kebutuhan hidup sehari – hari sangat banyak, belum juga kredit motor, kredit tv dll. Akhirnya sekolah jadi sarang mafia orang tua murid jadi sapi peras itulah fenomena pendidikan kita”.

kalau tidak ada perubahan total tidak akan ada perubahan dan akan terus begini, seharusya pemerintah pusat sampai daerah harus lebih fokus dan serius menanggapi generasi muda bangsa indonesia yang seperti preman, sehingga membingungkan polisi karena masih di bawah umur tapi sudah menghilangkan nyawa orang. Ini yang membuat anak smp dan sma menjadi berani, yang menjadi permasalahan pikirnya dia tidak akan masuk penjara karena masih dibawah umur.

(Visited 229 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: BERITA KARAWANG, HUMANIORA

No comments yet.

Leave a Reply