2:54 pm - Rabu November 22, 2017

mitos, asal-usul citeureup

Written by | Maret 6, 2016 | 0
citeureup
Single content advertisement top

Citeureup, sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Bogor ini memiliki banyak sekali sejahrah di dalamnya, sebut saja Raden Saleh Pelukis legendaris yang mengharumkan nama Indonesia didunia internasional ini, diperkirakan pernah tinggal di Citeureup.

Selain itu, nama citeureup itu sendiri memiliki sejarah yang cukup menarik. Secara Harfiah, sebagian orang tua di Citeureup mengatakan kalau dahulunya di daerah tersebut banyak sekali pohon teureup sehingga orang-orang banyak menyebut daerah itu sebagai citeureup.

Pohon teureup adalah sejenis pohon buah yang masih satu marga dengan nangka (Artocarpus). hidupnya biasanya dipinggir sungai sehingga kemungkinan citeureup artinya cai pohon teureup. Daerah citeureup memang diapit oleh dua buah sungai yang memanjang dari arah Babakan Madang sampai ke Bekasi.

Sungai yang satu mengalir dari Babakan Madang melintasi bukit hambalang dan daerah daerah lain hingga ke Bekasi. Sungai yang kedua biasa disebut dengan Tjikeas dalam sebutan Belanda melintasi Cibinong, Kranggan sampai cibubur.

Pohon teureup memang biasa tumbuh dipinggiran sungai, batangnya yang besar seringkali dimanfaatkan oleh penduduk sekitarnya sebagai kayu bakar, bahkan suku badui di banten menggunakan kulit kayu pohon teureup sebagai tas yang mereka sebut “Jarog”,

Tas gendong atau tas jinjing (koja/jarog) yang terbuat dari kulit kayu (teureup) merupakan kerajinan tangan yang menjadi ciri khas suku Baduy. Segala lapisan umur suku Baduy selalu mengenakan tas kulit kayu menemani aktifitas keseharian mereka. (raka)

(Visited 572 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: MITOS

No comments yet.

Leave a Reply