2:53 pm - Rabu November 22, 2017

Sejarah Candi Ngawen, Bangunan Suci yang Hampir Dilupakan

Written by | Agustus 21, 2017 | 0
Candi Ngawen
Single content advertisement top

Sejarah Candi Ngawen-“Bagi umat Budha dan Hindu, candi merupakan bangunan suci. Candi dipelihara dengan baik karena umat Budha dan Hindu percaya bahwa para dewa bersemayam pada bayangan itu. Namun kini bangunan candi banyak yang tak utuh lagi. Ada candi yang memang tak selesai dibangun, adapula candi yang rusak akibat bencana alam ataupun ulah manusia.” Itulah pendapat seorang arkeolog Milliard, yang menjelaskan tentang candi.

Salah satunya adalah Candi Ngawen, Candi yang terletak di desa Ngawen, kecamatan Muntilan, kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah ini berbentuk seperti candi pada umumnya, akan tetapi kini candi ini tidak lengkap bangunannya. tidak ada yang mengetahui sebab ketidak lengkapannya Candi Ngawen ini.

Candi Ngawen

Menurut perkiraan, Candi Ngawen merupakan candi Buddha yang dibangun oleh wangsa sailendra pada abad ke-8 sekitar zaman kerajaan Mataram kuno. Kemudian Candi ini ditemukan oleh Belanda sekitar tahun 1900-an yang lalu oleh pemerintahan Hindia Belanda diperbaharui pada tahun 1911.

Candi yang berjarak sekitar 5km sebelum Candi Mendut dari arah Yogyakarta ini, Menurut Soekmono salah satu kuncen Candi Ngawen mengatakan, kalau Candi Ngawen merupakan salah satu bangunan suci yang disebutkan dalam prasasti Karang Tengah pada tahun 824M, yang berbahasa sansekerta yang bertuliskan Venuvana (Hutan Bambu). Soekmono juga menyebutkan, kalah arca buddha yang berada di Candi Ngawen adalah arca Dyani Buddha Amithaba, Arca Buddha Vairocana, Ara Dyani Buddha Sambawa.

Soekmono juga bercerita, pada awal penemuannya Candi Ngawen ditemukan berada dibawah permukaan tanah. Sehingga dasar Candi Ngawen terdapat mata air yang konon katanya dipergunakan sebagai alat bersuci sebelum memasuki kawasan candi. Namun kini, sumber mata air tersebut telah diperbaiki dan di tata sehingga candi yang sebelumnya becek karena tergenang air kini sudah tertata dengan rapih dan tidak becek lagi.

Didalam kawasan Candi Ngawen terdapat 4 bangunan Candi. 4 bangunan tersebut terdiri dari satu bangunan candi induk yang sudah direnovasi. Meski paling lengkap, sayangnya, stupa pada candi ini sudah pecah menjadi beberapa bagian sejak awal ditemukannya. Ini membuat stupa candi tidak dipasang dan diamankan dengan kata lain disimpan.

Berbeda dengan Candi Induk pertama, kondisi Candi Induk kedua lebih parah. Sebab pada Candi Induk kedua tersebut begitu banyak batu penyusun yang pecah-pecah dan hilang. Stupanya bahkan juga hilang. Bila diprosentasekan hanya 50% saja batu yang masih layak pada bangunan keempat ini. Hal ini membuat bangunan keempat pada Candi Ngawen berdiri, tetapi tidak sempurna. Hanya berlantai namun tak beratap dan tak berdinding.

Di samping itu, batu-batu di pelataran Candi tidak sebatas batu penyusun Candi Induk dan Candi Apit. Masih banyak lagi batu-batu lain yang ditemukan, namun tidak termasuk dalam batu penyusun Candi Induk dan Apit. Batu-batu itu adalah batu lain yang hingga sekarang belum jelas arti dan fungsinya. Batu tadi ditata rapi di taman candi. Untuk memperindah pelataran candi, pihak pengelola menanami bunga-bunga indah, beserta kolam lengkap dengan bunga teratai di tengahnya.

Keunikan seni arsitektur candi ini, salah satunya ditemukan pada arca singa yang menopang empat sisi bangunan candi yang berhasil direkonstruksi dari lima bangunan yang diperkirakan seharusnya ada. Gaya ukiran arca singa ini menyerupai lambang singa pada negara Singapura, dan berfungsi mengaliri air yang keluar lewat mulut arca.

Fungsi Candi Ngawen tidak jauh beda dengan candi-candi pada umumnya. Sesuai dengan coraknya, candi ini juga berfungsi sebagai tempat beribadah umat Budha. Yang menjadi pembeda dari Candi Ngawen ini ialah frekuensi digunakannya. Walau sama-sama sebagai tempat peribadatan, namun candi ini cenderung jarang dikunjungi.(Nada)

(Visited 126 times, 1 visits today)
Single content advertisement bottom
Filed in: RAGAM

No comments yet.

Leave a Reply